Breaking News:

Berita Pangkalpinang

UN Dihapuskan, Dewan Pendidikan Babel Sarankan Tiga Hal Jaga Kualitas Pendidikan

Sekretaris Dewan Pendidikan Babel, Dr Ibrahim mengakui pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal, termasuk formula standardisasi dunia pendidikan.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Sekretaris Dewan Pendidikan Bangka Belitung, Dr Ibrahim 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sekretaris Dewan Pendidikan Bangka Belitung, Dr Ibrahim mengakui pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal, termasuk formula standardisasi dalam dunia pendidikan.

Edaran Mendikbud Nomor 1/2021 telah meniadakan Ujian Nasional dan asesmen sebagai penentu kelulusan dan menggantinya dengan mekanisme berbeda. Ada fleksibilitas dalam penentuan nilai kelulusan dan porosnya adalah sekolah.

"Dengan demikian, kita melihat bahwa idealisasi standard pendidikan mengalami kelenturan dan saya kira ini adalah bagian dari kebijakan untuk merespon dampak Covid-19 yang meluas sampai ke ranah pembelajaran. Sebagai bencana, dampak pandemi tentu harus ditempatkan secara bijak dan karenanya butuh strategi escape," ujar Dr Ibrahim, Selasa (9/2/2021).

Menurutnya, peniadaan UN dan asesmen ini adalah bagian dari kebijaksanaan pemerintah. Meski demikian, kerja keras bersama berikutnya adalah bagaimana mendorong agar kebijakan itu tidak mengurangi secara signifikan kualitas pendidikan.

"Menurut saya, ada beberapa syarat untuk memastikan agar kualitas tidak menurun drastis. Pertama, guru dan orangtua serta siswa harus berkomunikasi secara efektif melalui berbagai metode," ujarnya.

"Memang saat ini komunikasi secara virtual lebih dominan, namun secara riil sebenarnya komunikasi secara tatap muka masih memungkinkan, hanya saja dilakukan secara terpisah."

"Kedua, revolusi teknologi kiranya dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam pembelajaran.
Ketiga, memaksimalkan peran orangtua dalam dukungan pembelajaran saya kira menjadi kebutuhan mendesak," kata Ibrahim menjelaskan.

Ibrahim menyebut, salah satu pekerjaan rumah (PR) yang kini tersisa adalah bagaimana pergeseran nilai direspon dengan strategi yang tepat.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan yakni pertama, soal nilai yang bergeser sebagai akibat penyesuaian covid.

Kedua, soal nilai yang bergeser karena formula teknologi. Nilai menglamai perubahan, norma juga berubah, dan guru serta orangtua perlu menyesuaikan diri. (bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved