Breaking News:

Berita Bangka Barat

Kasus Korupsi BPRS Muntok Masuk Babak Baru, Kejari Babar Tetapkan 3 Tersangka Lagi

Kejari Bangka Barat menetapkan tiga tersangka baruyakni Staff Legal dan Remedial berinisial IF, Staff Legal, JR dan mantan Kabag Marketing, RS.

Kasus Korupsi BPRS Muntok Masuk Babak Baru, Kejari Babar Tetapkan 3 Tersangka Lagi
Bangka Pos / Antoni Ramli
Kasi Pidsus Agung Saat Konfrensi Pers Kejari Bangka Barat menetapkan 3 tersangka baru, Rabu (10/02/2021).

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kasus korupsi di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) cabang Muntok, memasuki babak baru.

Rabu (10/2/2021) Kejari Bangka Barat kembali menetapkan tiga tersangka baru. Ketiganya adalah Staff Legal dan Remedial berinisial IF, Staff Legal, JR dan mantan Kabag Marketing, RS.

Sebelumnya Kejari Bangka Barat menetapakan dua tersangka Kurniatya Hanom (Kacab) dan Metaliyana (Kabag Operasional).

Bahkan Pengadilan Negeri (PN) Pangkalping telah menjatuhkan vonis enam tahun dan enam bulan terhadap Hanom. Sementara Metaliyana divonis empat tahun penjara.

"Hari ini kita menetapkan tiga tersangka hasil pengembangan dari kasus sebelumnya yang sudah inkrah. Jadi saat ini kami fokus menangani tipikor tiga tersangka baru ini," ujar Kasi Pidsus Kejari Bangka Barat, Agung di Aula Kejari Bangka Barat, Rabu (10/2/2021).

Diungkapkan Agung, ketiga tersangka memiliki peran yang sangat signifikan. Ketiganya juga melanggar Standar Operasional Prosedur ( SOP ) dalam kegiatan - kegiatan fasilitasi pinjaman modal kepada nelayan dan pembiayaan fiktif yang melanggar prinsip kehati-hatian.

"Secara spesifik karena ini bagian legal dan remedial, tanggung jawabnya adalah melakukan transaksi jaminan karena disini kan banyak pembiayaan - pembiayaan fiktif tanpa adanya agunan atau jaminan, dan nasabahnya di sini juga fiktif," bebernya.

Di tempat yang sama, Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne, menilai ketiga tersangka merupakan bagian dari sistem yang mengetahui perbuatan yang mereka lakukan melanggar hukum.

Namun masih tetap dilakoni sehingga terkesan terjadi pembiaran dalam waktu yang lama.

"Kalau menurut saya pribadi ketiganya ini bagian dari sistem yang tahu hukum. Sudah tahu hukum tapi tetap berlanjut tidak memberikan warning atau peringatan, tapi ternyata pembiaran terjadi selama bertahun - tahun," katannya. (*)

Kasi Pidsus Agung Saat Konfrensi Pers Kejari Bangka Barat menetapkan 3 tersangka baru, Bangka Pos / Antoni Ramli

Penulis: Antoni Ramli
Editor: El Tjandring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved