Breaking News:

Napi Peras Wanita Muda dari Penjara, Ngaku Polisi Ajak Call Mesum, Minta Uang atau Foto Syur Disebar

Menggunakan foto profile facebook palsu, narapidana di Lampung peras wanita, mengancam sebar video call mesumnya bila tak diberi uang

Editor: Hendra
Dok Tribunnews
Jeruji Besi 

BANGKAPOS.COM, PEKANBARU,--   Meski berada di dalam penjara tak membuat narapidana ini tobat untuk berbuat dosa.

Ia malah membuat kejahatan baru dengan menimpu seorang wanita muda.

Narapidana ini diketahui berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sugih di Provinsi Lampung.

Sedangkan wanita muda korbannya merupakan warga Riau.

Namun aksi jahat pelaku berinisial IW (25) berhasil diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau setelah korban SI melapor ke polisi.

BACA JUGA:

--> Jepang Kekurangan Penduduk, Banyak Perawan dan Perjaka, Sebab Kurang Pengalaman Berhubungan Intim

IW pun akhirnya ditangkap oleh aparat kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Korban mengalami kerugian belasan juta rupiah dan melapor ke Polda Riau.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau Kombes Pol Andri Sudarmadi mengungkapkan, pelaku melakukan penipuan dengan modus sebagai seorang anggota Polri.

Ilustrasi video mesum dokter dan bidan puskesmas
Ilustrasi video mesum dokter dan bidan puskesmas (tribun video)

"Pelaku berinisial IW (25) awalnya membuat akun Facebook palsu dengan foto profil anggota Polri. Pelaku saat itu berkenalan dengan korban berinisial SI, dengan mengaku anggota polisi," ungkap Andri kepada wartawan, Selasa (9/2/2021).

Pelaku terus mengajak korban berkomunikasi hingga korban merasa tertarik.

Mulai dari percakapan messenger hingga WhatsApps.

BACA JUGA:

--> Ketahui Ini Bahaya Berhubungan Badan Pasangan yang Belum Sah, Bisa Memicu Kanker Serviks

Percakapan mereka terus berlanjut hingga melakukan video call seks.

Ternyata, pelaku membuat tangkap layar (screenshot) panggilan video seks dan memanfaatkannya untuk memeras korban.

" Video call seks di-screenshot oleh pelaku dan mengancam korban akan menyebarkan ke media sosial jika tidak diberikan uang," sebut Andri.

Pelaku, sambung dia, meminta uang Rp 13 juta kepada korban.

Karena ketakutan, korban pun terpaksa menuruti keinginan pelaku dengan mentransfer uang tersebut.

Tak hanya itu, pelaku juga meminta pulsa kepada korban.

Kemudian, pelaku kembali meminta uang kepada korban sebanyak Rp 150 juta.

Jika tidak dikirim, screenshot video call seks akan disebarkan pelaku.

Namun, merasa sudah sangat dirugikan, korban melapor ke Polda Riau.

BACA JUGA:

--> Wajah Anak Mirip Selingkuhannya, Ibu Muda Tega Bunuh Anaknya Sendiri, Dicekoki Air Ramuan Mematikan

Tim Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Riau melakukan penyelidikan.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diketahui seorang narapidana di Lapas Gunung Sugih Lampung. Pada hari Rabu (20/1/2021) lalu, tim berangkat ke Lampung untuk menangkap pelaku," kata Andri.

Dia menyebutkan, pelaku IW dijerat dengan Pasal 51 Ayat (1) Jo Pasal 35 dan/atau Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1)  dan/atau Pasal 45 Ayat (4) Jo Pasal 27 Ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Napi Bisa "Video Call" Seks dari Penjara dengan Wanita lalu Memerasnya", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved