Breaking News:

Berita Pangkalpinang

PWNU Babel Gelar Dialog Kebangsaan Bahas Isu Radikalisme dan Terorisme

PWNU Babel punya perhatian besar terhadap isu terorisme, radikalisasi agama, politisasi agama dan ekstrimisme lainnya yang beredar di Bangka Belitung.

Bangkapos.com/Yuranda
Kompolnas H Muhammad Dawam bersama Kapolda Babel Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, Danrem 045/Gaya Brigjen M Jangkung Widyanto, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Babel, KH A Ja'far Shaddiq, hadir di dialog kebangsaan di Gedung Serbaguna, Bangka City Hotel, Pangkalpinang, Rabu (10/2/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Babel punya perhatian besar terhadap isu terorisme, radikalisasi agama, politisasi agama dan ekstrimisme lainnya yang beredar di Bangka Belitung.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI, H Muhammad Dawam bersama Kapolda Babel Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, Danrem 045/Gaya Brigjen M Jangkung Widyanto, dan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Babel, KH A Ja'far Shaddiq, bersama membahas isu tersebut dalam Dialog Kebangsaan di Gedung Serbaguna, Bangka City Hotel, Jalan Alekander, Airitam, Bukitintan, Pangkalpinang, Rabu (10/2/2021) pagi.

PWNU Babel menggelar Dialog Kebangsaan ini sekaligus sebagai peringatan hari kelahiran ke-95 Nahdlatul Ulama.

"Kami Kompolnas melakukan satu kajian, yang beredar di masyarakat terkait isu terorisme, radikalisasi agama politisasi agama, ekstrimisme dan lainnya. Sehingga semua persoalan itu tentunya akan kami lakukan pembenahan, harus ada basis kajian, data, ilmu itu dirangkum dalam prodak kebijakan," kata M Dawam saat ditemui setelah acara selesai, di Gedung Serbaguna, Bangka City Hotel.

Guna melakukan proses kebijakan ini, pihaknya akan melakukan kebijakan internal, semua temuan di lapangan dan praktek terkait hal ini penting sekali.

"Itu sangat penting sekali guna menjaga, bangsa kita dan generasi bangsa kedepannya, untuk tidak terpapar bukan hanya radikalisasi agama dan terorisme saja, juga narkoba itu juga penting untuk ditelaah," katanya.

Menurutnya, hal tersebut perlu ditata ulang, sehingga bandar besar narkoba maupun terorisme, bisa diredam.

"Narkoba ini penting juga untuk ditelaah, untuk bijak jangan memberikan sesuatu, yang mengarah kepada kerusakan masa depan bangsa. Tentunya bandar besar itu harus disikapi," katanya

Terhadap hal tersebut juga pihaknya akan melakukan kajian internal, kemudian dari kajian itu, dilakukan telaah dari hasil telaah tersebut akan dilaporkan ke Presiden Republik Indonesia.

"Kami juga membantu presiden terkait masalah kebijakan dan arah kepolisian republik Indonesia," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Yuranda
Editor: El Tjandring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved