Breaking News:

Anak Buah Beli Ludah Penderita Covid-19 untuk Membunuh Bosnya, Dicampur ke Dalam Minuman

Dia memanfaatkan ludah penderita Covid-19 yang akan digunakan untuk membunuh seseorang

Editor: Alza Munzi
AFP
Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 

Keluarganya terkejut atas apa yang terjadi kepada Jones di Jodhpur, Rajasthan, India.

Namun, mereka berusaha berkuat hati dengan menggambarkan bahwa Jones sebagai seorang "pejuang". Mereka berharap kebutaan dan kelumpuhan itu hanya sementara, seperti yang diloansir dari Daily Mail pada Kamis (19/11/2020). 

Putra Jones, Seb, mengatakan bahwa ayahnya telah menderita malaria, demam berdarah, dan Covid-19, sebelum ia mendapatkan gigitan ular kobra.

Dia berkata, "Dia (Jones) tidak dapat melakukan perjalanan pulang karena pandemi dan sebagai sebuah keluarga kami memahami keinginannya untuk terus mendukung banyak orang yang bergantung padanya."

"Kami secara alamiah khawatir tentang dia dan kemudian ketika kami mendengar dia juga mendapat gigitan ular yang biasanya fatal, di atas semua yang telah dia lalui, jujur kami sangat terkejut," ungkap Seb.

"Itu benar-benar menyedihkan. Dia stabil saat ini, meskipun dia mengalami kelumpuhan di kaki dan kebutaan, yang kami harap hanya sementara, tetapi jelas dia harus tetap di rumah sakit di luar sana untuk beberapa waktu untuk kembali ke rumah," ujarnya.

Keluarga Jones kemudian mengatakan bahwa mereka sangat berterima kasih kepada rekan-rekannya di sana, yang telah berbaik hari dan mendukungnya pada saat dibutuhkan, seperti yang dia lakukan juga untuk mereka.

Tindakan Community Action Isle of Wight, yang memiliki Sabirian, telah menyiapkan halaman GoFundMe untuk mengumpulkan dana guna menutupi biaya medis Jones.

Berharap dia pada akhirnya dapat melakukan perawatan jalan di rumah.

Sabirian membantu sekitar 70 pengrajin India berusia antara 18-87 dengan memberikan pelatihan untuk mengimpor dan menjual kerajinan serta furnitur mereka di Inggris, dengan cara yang berkelanjutan dan etis.

Mike Bulpitt, dari Community Action Isle of Wight, mengatakan, "Ian telah mempertaruhkan banyak hal untuk terus mendukung orang-orang di India tempat dia bekerja, hidup dalam kondisi sulit dan jauh dari keluarga serta teman-temannya hampir sepanjang tahun."

"Dia sekarang menghadapi jalan panjang menuju pemulihan dan kami memohon dukungan penggalangan dana yang dapat membantu kami memenuhi biaya medisnya, sampai dia akhirnya bisa dibawa pulang," ujarnya.

"Kami berharap dia segera bisa kembali ke pekerjaan yang dia cintai dan mendukung mereka yang membutuhkannya," tambahnya.

"Tetapi, saat ini dia membutuhkan semua bantuan kami untuk melewati pertempuran ini agar dapat bertahan hidup," tandasnya.

(Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo/Shintaloka Pradita Sicca)

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com.

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved