Breaking News:

Imlek di Tengah Pandemi Covid-19, Lima Saudara Afat Tak Pulang Kampung

Afat, warga Pangkalpinang, mengungkapkan suasana perayaan Imlek yang berbeda akibat pandemi Covid-19.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Afat, warga Jalan Pinisi II, Kelurahan Pasir Putih, Kota Pangkalpinang, melakukan sembahyang dalam rangka Imlek 2021, Kamis (11/02/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Suasana ramai khas perayaan Imlek kini tak terasa. Imlek 2021 berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Afat (52), warga Jalan Pinisi II, Kelurahan Pasir Putih, Kota Pangkalpinang, mengungkapkan Imlek 2021 kali ini kian berbeda dibandingkan dengan Imlek sebelumnya, dimana sanak keluarga selalu hadir merayakan Imlek secara bersama-sama.

"Saudara juga enggak pulang, biasanya saudara lima itu pulang biasanya. Tahun kemarin tiga saudara pulang, tapi tahun ini enggak ada satu pun yang pulang. Beda lah sepi kali ini, mau sembayang kubur juga kemarin gak pulang, pokoknya sejak pandemi ini sepi," ujar Afat.

Selain itu tradisi saling mengunjungi rumah untuk merayakan Imlek pun, diungkapkan Afat akan jauh berkurang akibat kekhawatiran akan covid-19.

"Tahun ini agak sepi lah banyak bedanya, kalau tradisi kita tetap berjalan seperti biasa seperti sembayang. Paling berkurang di penerima tamu, karena kita juga takut terus juga menaati himbauan pemerintah lah," katanya.

Bahkan kebiasaan yang sering dilakukan seperti menonton barongsai pun, diungkapkan Afat menjadi bagian dari keheningan suasana Imlek 2021 kali ini.

"Besok imlek paling di rumah aja, ke kelenteng juga gak tau lah. Biasa kita liat pasti barongsai atau kembang api, tapi tahun ini kan gak ada. Paling nanti kumpul-kumpul sama temen disini, terus juga nanti sembayang kita jam 00.00 sembayang juga," jelasnya.

Terlepas dari beberapa kebiasaan yang tidak dapat dilakukan, Afat mengungkapkan terkait adat tetap akan dilakukan seperti biasa.

Hal ini pun dapat terlihat dari adanya beberapa buah-buahan, dupa, daging, hingga beberapa kue yang tersaji di tepat di depan rumah.

"Maknanya itu bapak ibu sudah meninggal, jadi tiap mau lebaran sembayang mengingat masa semasa hidup. Ada buah-buahan terus daging juga ada, ini adat tahun Baru Imlek tentunya selalu disambut suka cita dengan penuh harapan baru," tuturnya.

Sementara itu Afat yang juga berjualan sandal di depan Ramayana ini berharap, di tahun baru Imlek ini pandemi covid-19 dapat segera berakhir.

"Semoga covid-19 ini hilang, biar kita lancar rezeki. Kita ini pedagang jadi ya minta, dilancarkan rezeki biar bisa jualan normal seperti dulu sebelum ada Covid-19," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved