Sabtu, 25 April 2026

Strategi Sandiaga Uno untuk Wisata di Belitung, Work From Destination dan School From Destination

Strategi Sandiaga Uno untuk Wisata di Belitung, Work From Destination dan School From Destination

Penulis: Teddy Malaka CC |
Diskominfo Babel
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno saat sebelum menaiki pesawat udara untuk kembali ke Jakarta 

BANGKAPOS.COM -- Sandiaga Uno mulai merencanakan pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Belitung. Beberapa langkah akan diterpakannya untuk memajukan pariwisata di Negeri Laskar Pelangi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, membahas beberapa langkah strategis untuk mengembangkan berbagai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Belitung.

Hal tersebut sebagai tindak lanjut agenda kunjungan kerja yang dilakukan Menparekraf sebelumnya ke Belitung.

Ia mengatakan bahwa Belitung memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif yang luar biasa. Oleh karena itu, harus segera digarap agar Belitung bisa menjadi destinasi wisata unggulan dan mampu menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

Menparekraf Sandiaga Uno, saat Rapat Pimpinan dengan para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenparekraf secara hybrid, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (8/2/2021), menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi perhatian bersama dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Belitung.

“Pertama, terkait Hutan Kemasyarakatan (HKm) Juru Seberang hingga ke Bukit Peramun, untuk dicarikan spot-spot wisata yang menarik. Nantinya, spot tersebut bisa  kita jadikan lokasi lomba dengan memanfaatkan sosial media seperti Instagram dan TikTok untuk meningkatkan daya tarik wisatawan,” ujar Menparekraf.

HKm Juru Seberang dan Bukit Peramun juga potensial dikembangkan sebagai working group antara Kemenparekraf/Baparekraf, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Pemerintah Kabupaten/Kota Belitung untuk pemetaan potensi, kendala, serta solusi. Sehingga, kebijakan yang dibuat tepat dan akurat.

Kemudian, mengenai kendala utama yang dihadapi oleh pelaku ekonomi kreatif di Belitung adalah ongkos kirim (ongkir) yang mahal.

“Memang ada demandnya, tetapi begitu mau di eksekusi karena ongkos kirimnya mahal jadi enggak ekonomis. Untuk itu, kita akan bantu dengan promosi ongkir untuk pelaku UMKM di Belitung dan ini juga bisa menjadi salah satu program Bangga Buatan Indonesia,” kata Menparekraf.

Belitung tercatat memiliki lebih dari 19 ribu pelaku UMKM, yang dapat membantu meningkatkan perekonomian di wilayah itu.

Oleh karena itu, pelaku ekraf di Belitung juga akan dibuatkan program pengembangan dan pelatihan SDM.

Karena ternyata masih banyak pelaku usaha yang memerlukan peningkatan kompetensi.

Dengan adanya program ini, Menparekraf berharap bisa mencetak SDM yang unggul dan berkualitas, sehingga nantinya mereka mampu menciptakan lapangan kerjanya sendiri.

Menparekraf juga menuturkan Belitung dapat menjadi salah satu destinasi yang dijadikan sebagai program “Work From Destination” dan “School From Destination”.

Karena lokasinya tidak terlalu jauh  dengan pintu masuk utama seperti Jakarta menggunakan angkutan udara.

Selain itu, terkait sport tourism di Belitung. Menparekraf menyatakan bahwa Belitung siap untuk menggelar Indonesia Triathlon Series yang rencananya akan dilaksanakan pada 13 Maret 2021.

“Saya sudah coba track triathlon series di Belitung.

Terus terang menurut saya ini one of the best in the world dari yang pernah saya kunjungi di berbagai destinasi.

Jadi, sayang sekali kalau kita tidak bisa merealisasikan. Kuncinya adalah penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” ujarnya.

Daya Tarik

Daya tarik Pulau Belitung sebagai salah satu destinasi wisata tidak hanya pada panorama alam yang memanjakan mata, tetapi terdapat juga fauna langka yang bisa dijumpai di Belitung yaitu Tarsius, Primata mungil tersebut memiliki keunikan tersendiri, hingga membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahudin Uno ingin melihat langsung Perimata mungil tersebut.

Menteri kelahiran Riau tersebut, jumat malam (05/02/21) menyusuri Bukit Peramun yang terletak di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk guna melihat hewan yang kepalanya dapat berputar 270 derajat dengan bentuk seperti monyet dan matanya seperti burung hantu itu.

"Kunjungannya sangat dibatasi, saya mendapat informasi jika terlalu banyak orang, tarsius rentan stres,"ujarnya. 

Disamping melihat satwa langka yang hanya tersisa sekitar 80 ekor tersebut, dirinya meninjau kawasan Bukit Peramun dikarenakan akan menjadi destinasi wisata baru oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf).

Nantinya kawasan tersebut terintegrasi dengan kawasan Juru Seberang, Kecamatan Tanjung Pandan yang diharapkan selain menambah destinasi wisata Pulau Belitung, juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dengan kreatifitas memanfaatkan potensi kearifan lokal.

Usai melakukan kunjungannya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bahwa Desa Air Selumar merupakan salah satu desa wisata yang menjadi satu kesatuan untuk ekowisata, ditambah dengan kebutuhan wisata ditengah Pandemi Covid-19, wisata alam terbuka seperti Bukit Peramun akan menjadi produk unggulan.

Menurut Menteri Sandi, dalam kurun waktu tiga tahun kedepan, secara bertahap akan ditata hingga tracking, sehingga dari Juru Seberang hingga ke Bukit Peramun ini akan terintegrasi.

"Siap-siap teman-teman diseluruh nusantara, Belitung menawarkan satu sensasi wisata alam yang luar biasa,"ungkapnya kagum.

Selain keunggulan fauna tarsius dan wisata alamnya, kawasan ini juga akan memiliki fitur desa digital.

Kedepan beberapa pohon dapat discan dengan aplikasi khusus untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang objek yang discan, tidak ketinggalan bukit yang instagramable serta inovasi lainnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved