Breaking News:

Berita Sungailiat

Total Luas Tanam Padi Capai 5.579,9 Ha, Ini Jumlah Kebutuhan Beras di Kabupaten Bangka

Elius Gani, mengungkapkan, luas tanam padi di Kabupaten Bangka sejak tahun 2020 lalu, berkisar diangka 5.579,9 hektare (Ha). 

Bangkapos.com/Ramandha
Bupati Bangka Mulkan, Kamis (11/2/2021), panen raya padi sawah di lingkungan pesawahan Desa Banyuasin, Kecamatan Riausilip. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA --  Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka, Elius Gani, mengungkapkan, luas tanam padi di Kabupaten Bangka sejak tahun 2020 lalu, berkisar diangka 5.579,9 hektare (Ha). 

Ia mengatakan, dari jumlah tersebut terbagi atas 2 jenis padi, yakni jenis padi sawah seluas 1.991,1 Ha dan padi ladang sejumlah 3.588,8 Ha dengan total produksi sampai bulan Desember 2020 sebanyak 14.991 ton gabah kering panen (Gkp) atau setara dengan 8.002,18 ton beras.

"Ini hanya bisa mencukupi kebutuhan beras 21,98 persen dari total kebutuhan beras di Kabupaten Bangka," jelas Elius, kepada Bangkapos.com, Kamis (11/2/2021) disela kegiatan panen raya padi sawah di lingkungan pesawahan Desa Banyuasin, Kecamatan Riau Silip.

Sementara itu, luas sawah di Desa Banyuasin sendiri, dikatakannya, mencapai 95 Ha dan pada tahun 2020 luas tanam padi sawah di Banyuasin, seluas 83,5 Ha.

Untuk luas tanam padi ladang di Desa Banyuasin sendiri, seluas 69 Ha, dengan total luas tanam padi adalah 152,5 Ha dan total padi yang berhasil dipanen yaitu 148,5 Ha.

Hal ini dikarenakan terdapat 4 Ha padi ladang yang puso.

"Apabila rata-rata produktivitas padi sawah sebesar 6,5 ton per hektare gabah kering panen dan padi ladang sebesar 1,8 ton per hektare gabah kering panen, maka produksi padi di Desa Banyuasin adalah 659,75 ton gabah kering panen atau setara dengan 418,47 ton beras," katanya.

Menurutnya, dengan total hasil panen yang ada di Desa Banyuasin tersebut, dapat menyumbang sejumlah 0,97 persen, pemenuhan kebutuhan beras se-Kabupaten Bangka dari total 21,98 persen.

Elius menilai, keberhasilan Desa Banyuasin juga bisa menjadi contoh untuk desa-desa lainnya, yang mempunyai lahan sawah dan ladang.

"Untuk lahan sawah yang belum optimal dikelola, bisa dikelola melalui sistem korporasi nantinya. Kita sangat berharap, para petani dapat terus konsisten melakukan aktivitas bertani. Agar keinginan pemerintah daerah dalam mensejahterakan petani, dapat terwujud dengan baik," harap Elius.
(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved