Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Update, 9.583 Nakes di Babel Sudah Divaksin, Pantauan Persebaran Vaksinasi Gunakan Sistem Barcode

Data hingga Rabu (9/2/2021) bahwa sudah sebanyak 9.583 tenaga medis yang telah divaksinasi tahap pertama

Ist (Bid. Penkum Kejati Provinsi Bangka Belitung)
Kajati Bangka Belitung saat dilakukan Vaksinasi Covid-19 Sinovac tahap kedua 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Data hingga Rabu (9/2/2021) bahwa sudah sebanyak 9.583 tenaga medis yang telah divaksinasi tahap pertama sedangkan sebanyak 3.670 tenaga medis yang telah divaksinasi tahap kedua dari total sasaran 13.174 orang.

Pelaksanaan vaksinasi tahap pertama ini menyebar di tujuh wilayah Bangka Belitung yakni Kota Pangkalpinang, kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur.

Sementara, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini, baru menyebar di tiga wilayah Bangka Belitung yakni Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Belitung.

Juru Bicara Vaksinisasi di Bangka Belitung sekaligus Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo mengatakan pemerintah melalui Menteri Kesehatan RI menyampaikan perkembangan terkait pengadaan Covid-19 yang mulai menunjukan kondisi optimal.

"Terdapat beberapa pilihan vaksin yang saat ini akan mulai diperiksa oleh Badan POM agar kemudian dapat dievaluasi perihal keamanan penggunaan," ujar dr Bangun, Kamis (11/2/2021).

Pada saat proses vaksinasi di meja tiga petugas vaksinator akan merekam barcode yang tertera di setiap vial vaksin.

Barcode ini terhubung dengan sistem data penerimanya tujuannya adalah sebagai upaya terintegrasi dengan sistem teknologi yang telah disiapkan pemerintah. 

"Pada setiap vial vaksin terdapat barcode, kode barcode ini dihubungkan dengan siapa saja yang disuntik. Sistemnya adalah one by one (orang per orang) sehingga dari sini bisa terpantau perjalanan vaksin tersebut sampai ke daerah," kata dr Bangun.

Data ini akan  menunjukan upaya yg terintegrasi untuk mencegah terjadinya penyimpangan penggunaan vaksin Covid-19 oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Pemerintah pun bisa mengetahui setiap vial vaksin tersebut penggunaannya sampai ke mana. 

Ini menjadi salah satu upaya keamanan dan juga transparansi yang diberikan pemerintah kepada rakyat.

Adanya barcode pada vaksin sekaligus menjadi upaya untuk memperbaiki sistem distribusi vaksinasi mengingat vaksinasi yang akan dilakukan sebanyak dua kali dalam setiap dosisnya. 

"Pemerintah juga telah menegaskan bahwa setiap informasi yang diberikan oleh masyarakat pada saat program vaksinasi akan dijamin kerahasiaannya. Data itu hanya digunakan untuk proses vaksinasi, dan hal ini sudah diatur pada pasal 8 ayat 1 PP nomor 40 Tahun 2019," tutur dr Bangun.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved