Breaking News:

Berita Sungailiat

Alami Kerugian, Petani Ubi Kasesa di Pemali Enggan Lanjut Tanam

Petani ubi kasesa di Kabupaten Bangka menjerit. Harga jual yang berada di bawah harga dasar yang ditetapkan pemerintah membuat petani merugi.

Penulis: edwardi | Editor: El Tjandring

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Petani ubi kasesa di Kabupaten Bangka menjerit. Harga jual yang berada di bawah harga dasar yang ditetapkan pemerintah membuat petani merugi.

Hal ini yang diungkapkan, Evi, petani ubi kasesa Desa Air Duren, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka.

Total hasil panen satu tahun setelah dikurangi biaya produksi, tidak cukup untuk menutup modal yang telah dia keluarkan saat memulai bertani ubi kasesa.

"Ubi kasesa ini bahan baku utama tepung tapioka saat ini hanya dihargai Rp950 per kg harga jual di pabrik atau bawa sendiri ke pabrik. Padahal dulu janjinya harga dasar yang disepakati pihak pabrik, pemerintah dan petani HET minimal Rp 1.050 per kg," kata Evi mengeluh, Jumat (12/02/2021).

"Bukannya naik, tapi malah turun dengan alasan wabah pandemi Covid-19," kata Evi lagi.

Evi mengaku memulai menanam ubi kasesa satu tahun lalu di lahan sekitar 3 hektare. Modal yang dia keluarkan sekitar Rp48 juta untuk biaya pembersihan lahan, bibit, pupuk, kapur, tenaga kerja dan lainnya.

"Hasil panen yang kita dapat hanya sekitar Rp 30 ton per hektare atau 90 ton dan setelah dijual dan dipotong biaya panen, transportasi, tenaga kerja hanya mendapatkan sekitar Rp 45 juta, jadi kami mengalami kerugian sekitar Rp3 jutaan," ujar Evi.

Namun hal baik dari bertani Ubi kasesa ini, kata Evi, adalah ia bisa memberikan lapangan kerja untuk orang lain sebagai tenaga pemanen dan membantu pemilik kendaraan truk atau pick up yang mendapatkan jasa transportasi mengantarkan ke pabrik.

"Kita petani untungnya cuma lahan kita sudah agak bersih saja, jadi nanti kita akan cari tanaman lainnya yang lebih menguntungkan," imbuhnya.

Diketahui sebelumnya sekitar beberapa bulan di akhir tahun 2020 lalu harga ubi kasesa di pabrik hanya Rp 850 per kg lalu di awal tahun 2021 naik sedikit menjadi Rp 900 per kg dan naik lagi menjadi Rp 950 per kg ubi kasesa.

Sementara hasil pantauan harga sagu atau tepung tapioka di toko-toko kawasan Pasar Kite Sungailiat masih tetap stabil atau tidak terjadi penurun harga walaupun situasi wabah pandemi Covid-19 masih terjadi.

Seperti harga sagu Cap Gunung saat ini di toko-toko sekitar Rp 7.000-7.500 per kg, harga ini hampir sama dengan tepung tapioka Cap Pandan wangi.

Sedangkan harga sagu Cap Tani berkisar Rp 16.000, Rp 22.000 hingga Rp 24.000 per kg. (Bangkapos.com/Edwardi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved