Breaking News:

Militer Myanmar Dulu Tega Membantai Muslim Rohingya, Kini Mendekatinya Setelah Lakukan Kudeta

Militer Myanmar Dulu Tega Membantai Muslim Rohingya, Kini Mendekatinya Setelah Lakukan Kudeta

Foto: AsiaNews
Min Aung Hlaing, Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar __ Militer Myanmar Dulu Tega Membantai Muslim Rohingya, Kini Mendekatinya Setelah Lakukan Kudeta 

BANGKAPOS.COM -- Setelah melakukan kudeta, militer Myanmar dilaporkan mulai mendekati Muslim Rohingya.

Adapun hal itu terjadi setelah militer Myanmar mendapat kecaman luas dari pihak internasional karena aksi kudeta yang terjadi. 

Bahkan demonstrasi besar-besaran juga terjadi di Myanmar.

Apa yang dilakukan militer menjadi tanda tanya besar.

Pasalnya militer turut melakukan pembantaian etnis Rohingnya beberapa tahun silam.

Mulai Besok, 13 Februari 2021, Puasa Rajab Dilaksanakan, Ini Niat, Amalan dan Keistimewaannya

Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Tembak Seorang Anggota TNI, Setelah Tembak Langsung Kabur

Mamah Muda Jutawan Asal Rusia Kecanduan Punya Anak, Siapkan Uang Miliaran Demi Punya 100 Keturunan

Diberitakan Intisari dari asiantimes.com (9/2/2021), Tak lama setelah menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi yang terpilih secara demokratis, rezim militer baru mengirimkan surat kepada pemerintah Bangladesh melalui duta besarnya di Myanmar untuk menjelaskan alasan kudeta tersebut.

Mereka menjelaskan tentang tuduhan penipuan pada pemilu November 2020, di mana partai Aung Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menang dengan gemilang.

Tawarkan Solusi Masalah Rohingya

Dikatakan, dalam surat yang isinya belum dipublikasikan secara lengkap itu, rezim militer juga menyebutkan kemungkinan solusi untuk menyelesaikan krisis Rohingya.

Hal itu mendorong Menteri Luar Negeri Bangladesh Abdul Momen, yang dikutip oleh Dhaka Tribune pada 6 Februari, mengatakan “Ini adalah kabar baik. Ini awal yang bagus. ”

Halaman
123
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved