Breaking News:

Pangkalpinang Tak Lagi Masuk Kategori Zona Merah Covid-19, Jubir Satgas: Ini Perlu Terus Dijaga

Berdasarkan data 1-7 Februari 2021, Pangkalpinang tak lagi masuk kategori zona merah Covid-19.

Bangkapos.com/dokumentasi
Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Sudah berbulan-bulan Kota Pangkalpinang, dinyatakan masuk zona merah, karena jumlah kasus yang meningkat.

Terakhir terdata 2.332 kasus Positif Covid-19 berada di Pangkalpinang, hingga Jumat (12/2/2021).

Dengan jumlah kasus terbanyak positif dibandingkan daerah lain di Babel, membuat Kota Pangkalpinang masuk dalam zona merah, namun berdasarkan peta zonasi risiko yang dicatat oleh Satgas Covid-19 Babel, dari 1-7 Februari 2021, Ibukota Provinsi Babel ini telah berubah menjadi zona oranye.

"Jadi pekan kemarin 1-7 Februari 2021, Kota Pangkalpinang dalam peta zonasi risiko Covid-19 tidak lagi berada di zona merah atau risiko tinggi. Namun, sudah turun yakni berada di zona oranye atau risiko sedang," jelas Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno, kepada Bangkapos.com, Sabtu (13/2/2021).

Dia menjelaskan penyebab berubahnya status zona dari merah ke oranye di Pangkalpinang karena kasus sembuh yang mengalami peningkatan.

"Ini berdasarkan indikator angka kesembuhan yang mengalami peningkatan cukup signifikan dalam pekan kemarin. Tetapi, kondisi tersebut bukan berarti laju penularan Covid-19 tidak ada lagi. Tren bagus dimana Kota Pangkalpinang berhasil keluar dari zona merah ini perlu terus dijaga dan bahkan ditingkatkan," tegas Andi.

Menurutnya, risiko penularan masih sangat tinggi, di Kota Pangkalpinang, mengingat tingkat kepatuhan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan masih tampak masih rendah.

"Bahkan saat ini cenderung disepelekan dan diabaikan, terutama terlihat di pusat keramaian dan tempat-tempat kerumunan. Untuk itu aksi 3T tracing, testing, treatment harus berfokus, terutama tracing kepada kontak erat dari orang yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, jumlahnya mesti ditingkatkan," harapnya.

Ia mengatakan, apabila 3 T sebelumnya dilakukan 10 sampai 20 orang, maka perlu dilakukan bahkan sampai 30 orang berada dalam kategori kontak erat K1 dan K2.

"Demikian halnya testing selama ini karena kendala menunggu hasil pemeriksaan Swab Test PCR laboratorium atas sampel/spesimen yang lama, mengakibatkan penularan virus Corona menjadi tidak terkendali. Kemudian dengan tidak patuhnya mereka yang sedang menunggu hasil Swab test PCR tersebut melakukan isolasi mandiri," katanya. 

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved