Breaking News:

Horizzon

Selain Baliho, HPN Tak Pernah Menyisakan Asa Soal Wartawan yang Miskin

Saat pers belum tuntas berbenah soal kompetensi, maka kapitalisasi yang ada di industri media makin membuat napas kehidupan pers kita makin sesak

Selain Baliho, HPN Tak Pernah Menyisakan Asa Soal Wartawan yang Miskin
Bangka Pos
IBNU TAUFIK Jr / Pemred BANGKA POS GROUP

PUNCAK peringatan Hari Pers Nasional (HPN) baru sepekan berlalu. Namun sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, gebyar HPN tak pernah mampu mengubah nasib insan pers.

Selalu mendapatkan posisi istimewa, di mana presiden tak pernah absen dalam setiap peringatan HPN, namun dari tahun ke tahun peringatan HPN juga sebatas seremoni belaka. Tak pernah sekalipun selama peringatan HPN, memberikan efek bagi perbaikan kesejahteraan wartawan.

Bahkan di tahun pandemi kali ini, peringatan HPN juga tak tampak gaungnya sama sekali.

Meski baru sepekan berlalu, peringatan HPN nyaris tak meninggalkan kesan apa pun.

Jika saat ini masih ada sisa, maka itu tak lebih dari baliho-baliho ucapan HPN yang masih terpasang yang harus diakui tidak sedikit pun memberikan makna bagi kesejahteraan insan pers itu sendiri.

Saat pers belum tuntas berbenah soal kompetensi, maka kapitalisasi yang ada di industri media makin membuat napas kehidupan pers kita makin sesak.

Dan harus diakui, profesi jurnalis memang berada di antara dua mata pisau yang sama-sama tajam.

Jurnalis harus mampu hidup demi ideologi dan industri media sekaligus.

Dua mata pisau itulah yang selalu tarik-menarik sehingga roh dan muruah jurnalis patut dipertanyakan posisinya.

Tidak perlu dipilah, ini untuk media mainstream atau nonmainstream, keduanya memiliki tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan serupa.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved