Breaking News:

6 Penyebab Ukuran Organ Intim Pria Bisa Menyusut, Kebanyakan Segini Rata-rata Panjang Normal

Fakta bahwa penyusutan Mr P bisa terjadi mungkin berpotensi menimbulkan kekhawatiran

hiwpee
Foto hanya ilustrasi 

4. Penyakit peyronie

Pada penyakit peyronie, jaringan parut fibrosa berkembang di dalam penis, yang menyebabkan penis bengkok saat ereksi.

Sering kali, ereksi melengkung tak perlu dikhawatirkan, tetapi bagi beberapa pria bengkokan itu mungkin terasa signifikan atau menyakitkan.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), Peyronie dialami hingga 23 persen pria berusia 40-70 tahun.

Kemungkinan ada lebih banyak pria yang mengalami kondisi ini, tetapi belum melaporkannya ke dokter karena merasa malu.

Peyronie berkembang seiring bertambahnya usia. Namun, penyakit ini mulai terlihat dialami pria berusia sekitar 30 tahun.

Peyronie dapat menyebabkan penurunan panjang dan lingkar penis pria.

Pada kebanyakan kasus, peyronie dapat menghilang dengan sendirinya, tetapi kondisi itu bisa menetap atau bahkan menjadi lebih buruk.

Dokter hanya akan mempertimbangkan pengobatan jika bengkokan itu menyakitkan atau mencegah hubungan seksual.

Pembedahan dapat dilakukan untuk mengangkat jaringan parut yang menyebabkan penyusutan, pembengkokan atau nyeri.

5. Obat-obatan

Beberapa obat dapat menyebabkan penyusutan penis, termasuk Adderall, yang diresepkan untuk defisit perhatian atau hiperaktif, beberapa antidepresan dan antipsikotik.

Serta beberapa obat yang diresepkan untuk mengobati prostat yang membesar.

Sebuah studi tahun 2012 yang dilaporkan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa beberapa pria yang menjadi subjek studi menggunakan finasteride untuk mengobati prostat yang membesar.

Mereka kemudian melaporkan ukuran penis yang lebih kecil dan sensasi yang berkurang.

Studi lainnya di tahun 2014 yang dilaporkan dalam jurnal Urology menemukan, 41 persen pria yang memakai dutasteride untuk pengobatan prostat yang membesar mengalami beberapa bentuk disfungsi seksual.

6. Merokok

Bahan kimia dari rokok dapat melukai pembuluh darah di penis serta menghambat penis terisi darah dan meregang.

Terlepas dari rangsangan dan pengaruhnya terhadap otak, jika pembuluh darah rusak, penis tidak akan mencapai ereksi.

Menurut BBC, sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1998 oleh Boston University of Medicine meneliti penis yang ereksi dari 200 pria.

Hasil penelitian tersebut menemukan, perokok memiliki penis ereksi yang lebih pendek dibandingkan dengan pria yang tidak merokok.

Para peneliti meyakini, hal itu disebabkan karena merokok menghambat aliran darah dan mencegah penis meregang, yang pada akhirnya dapat mengurangi panjang penis.

Menurut sebuah studi tahun 2017 yang dilaporkan di BJU International, merokok juga berkaitan dengan disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi memengaruhi kemampuan pria untuk mempertahankan ereksi, dan merokok juga dapat mencegah ereksi.

Mengatasi penyusutan penis Kabar baiknya, menurut Very Well Health, kebanyakan pasangan tidak peduli dengan ukuran penis, dan di beberapa kasus, ukuran penis yang terlalu besar justru bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada pasangan.

Jadi, penyusutan penis mungkin bisa membuat Anda stres, terutama jika itu adalah kejadian yang benar-benar tak terduga.

Namun, berhentilah merasa insecure karena ada banyak faktor yang bisa menentukan kepuasan kehidupan seks seseorang, dan ukuran penis mungkin tidak termasuk di dalamnya.

Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa Anda upayakan: Jika Anda memiliki berat badan berlebih, usahakan untuk menurunkannya.

Usaha itu tentu akan mengubah tampilan penis yang menyusut.

Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan, cobalah melihat kembali jenis obat yang dikonsumsi apakah memang berpotensi memicu penyusutan penis.

Tanyakan pada dokter untuk alternatif obat sebagai pengganti.

Olahraga dapat membantu mengatasi masalah berkaitan dengan ukuran penis, sebab aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah melalui tubuh.

Namun, berhati-hatilah karena olahraga spesifik yang melibatkan penis dapat menimbulkan cedera. Minum banyak air.

Menghindari pakaian dalam dan celana ketat. Jika aliran darah terhambat, ukuran penis tentunya juga akan terpengaruh.

Berhenti merokok. Bagi beberapa pria yang mengalami penyusutan penis setelah pengangkatan prostat, kondisinya dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa bulan hingga satu tahun.

Rehabilitasi penis setelah operasi dapat membantu pria mendapatkan kembali fungsi ereksi, dan obat-obatan, seperti Viagra dan Cialis, dapat meningkatkan aliran darah ke penis, dan Mengobati penyakit peyronie dengan pembedahan atau ultrasound.

Penyusutan penis tidak dapat diubah, tetapi memperbaiki kelengkungan dapat membantu meningkatkan fungsi seksual dan mengurangi rasa sakit

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ukuran Penis Ternyata Bisa Menyusut, Ketahui 6 Penyebabnya"

Editor: Alza Munzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved