Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Dede Purnama Minta Satgas Covid-19 Cepat Cari Solusi, Tangani Santri IC Positif Covid-19

Dede menyikapi kasus 125 santri dan pengajar tenaga pengajar dan juru masak di Pondok Pesantren IC di Sungailiat, positif terpapar Covid-19.

Bangkapos.com/Ramandha
Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel), Ustadz Dede Purnama Alzulami 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bangka Belitung, Dede Purnama Alzulami Satgas Covid-19 Bangka Belitung segera mencari solusi terbaik.  

Dede menyikapi kasus 125 santri dan pengajar tenaga pengajar dan juru masak di Pondok Pesantren IC di Sungailiat, Kabupaten Bangka, positif terpapar Covid-19.

"Saya berharap dari rekan-rekan gugus untuk segera turun ke lapangan untuk memberikan solusi yang cepat baik tentang penanganan," ujar Dede saat dihubungi bangkapos.com, Senin (15/2/2021).

“Namun saya ada pandangan juga, pertama terkait tentang isolasi, santri yang terpapar banyak. Kalau seandainya semua harus dibawa ke tempat isolasi yang disiapkan provinsi dan kabupaten, saya kira tidak representatif ruanganya, karena sudah penuh,” ujarnya.

Ia menyarankan pihak gugus hendaklah berkoordinasi dengan pesantren menjadi beberapa lokal yang ada di pondok, dijadikan steril, khusus menangani Covid-19 ini, kemudian mendeteksi beberapa santri mereka bergejala atau tidak.

Kalau bergejala untuk segera melakukan tindakan medis, jangan sampai terlambat. Sementara untuk tidak bergejala medis, agar menampilkan solusi yang cepat dan tepat seperti pemberian vitamin sebagai suplemen untuk yang terpapar Covid-19.

"Covid-19 ini barangnya tak kelihatan, segala bentuk upaya kita terkait dengan protokol itu pun sudah kita lakukan. Namun lagi- lagi ini barang yang tak terlihat, kita tidak tahu dari pintu mana dia masuk maka tidak perlu menyalahkan siapapun dalam keadaan ini.”

Apalagi kalau pesantren, makan bersama, mandi bersama, kalau satu yang terpapar Covid-19, kemungkinan akan memberikan dampak yang buruk bagi yang lain.”

“Namun sejauh ini, kita harus mempertimbangkan dampak positif dan negatif. Bilapun santri ini dipulangkan, dalam keadaan terpapar pasti dampak negatif lebih besar. Kalau dipertahankan di pesantren, pertimbangannya bagaimana dengan santri yang tidak terpapar," jelas Dede.

Sehingga, disarankan koordinasi pihak satgas Covid-19 penting dilakukan bersama pihak pesantren, yang tentu memiliki standar operasional prosedur (SOP) tersendiri.

"Ini ujian saya anggap untuk kita semua, dan pemerintah provinsi pun sudah mendukung dalam artian anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan dan langkah-langkah juga apapun yang dilakukan upaya untuk mengurangi atau menutupi penyebaran Covid-19 sudah dilakukan, kita support total terkait dengan postur angaran yang ada di provinsi," kata Dede. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: El Tjandring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved