Breaking News:

Berita Sungailiat

Diduga Akibat Pencemaran Limbah Pabrik, Ribuan Ikan di Sungai Mendalu Mabuk dan Mati

Kejadian ribuan mabuk dan ikan  mati di Sungai Mendalu Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat terjadi mulai Jumat (12/02/2021) sore

Bangkapos.com/Edwardi
Masyarakat menggunakan alat tanggok menangkap ikan mabuk di aliran anakSungai Mendalu Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat, Senin (15/2/2021) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kejadian ribuan mabuk dan ikan  mati di Sungai Mendalu Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat terjadi mulai Jumat (12/2/2021) sore hingga puncaknya paling banyak pada hari Sabtu (13/2/2021) hingga Minggu (14/2/2021) pagi.

Ribuan ikan ukuran kecil ini yang dalam kondisi mabuk ini ramai-ramai ditangkap ratusan masyarakat setempat untuk dikonsumsi, sedangkan yang sudah ditemukan mati dan membusuk dibiarkan di air sungai.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua BPD Paya Benua, Asbullah alias As kepada Bangkapos.com saat menerima kunjungan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bangka, M Taufik Koryanto di pinggiran Sungai Mendalu, Senin (15/2/2021).

"Kami nyebut kejadian ini sebagai ikan oleng atau ikan mabuk sejak Jumat sore. Kejadian ini juga pernah terjadi pada tahun kemarin juga," kata As.

Diungkapkannya, penyebab pasti kejadian ini belum kita ketahui namun dari masyarakat disini diduga indikasi pencemaran limbah pabrik.

" Alur aliran sungai disini dari arah pabrik itu menuju ke sungai di sini," ujar As.

Warga menunjukan ikan yang mabuk dan mati di Sungai Mendalu Desa Paya Benua Kecamatan Mendobarat, Senin (21/2/2021).
Wakil Ketua BPD Paya Benua, Asbullah alias As menunjukkan ikan mabuk yang ditangkap warga di Sungai Mendalu Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat, Senin (21/2/2021). (Bangkapos.com/Edwardi)

Diakuinya ikan mabuk ini cukup banyak dan sudah ditangkap masyarakat beramai-ramai untuk dikonsumsi, tetapi ikan yang sudah lama mati tidak diambil warga.

"Yang paling banyak.ikan mabuk  itu terjadi Sabtu sore hingga Minggu, bahkan warga menangkapnya dari sore hingga malam sampai pagi," ujar As.

Menurut As, dari aspirasi masyarakat memang meminta pemerintah lewat OPD terkait dan juga anggota DPRD Kabupaten Bangka untuk membantu mengusut kejadian ini, karena warga yakin hal ini disebabkan karena adanya pencemaran di aliran sungai.

"Kita bisa lihat sendiri tadi di aliran sungai masih ada tersisa ikan-ikan yang mengapung mati, sebenarnya warga juga takut-takut untuk mengkonsumsi ikan-ikan mabuk ini karena takut beracun, namun Alhamdulillah belum ada laporan warga yang keracunan akibat mengkonsumsi ikan mabuk ini,"  kata As.

Halaman
12
Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved