Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pengentasan Kumuh Kota Pangkalpinang, Begini Caranya Menurut Yudi Pernando

Kabid Kawasan Pemukiman Dinas Perumahan dan Permukiman Pangkalpinang, Yudi menyebutkan, rata-rata enam kelurahan yang masih dinyatakan kawasan kumuh

bangkapos.com
Kabid Kawasan Pemukiman Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Pangkalpinang, Yudi. (Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kabid Kawasan Pemukiman Dinas Perumahan dan Permukiman Pangkalpinang, Yudi Pernando menyebutkan, rata-rata enam kelurahan yang masih dinyatakan kawasan kumuh di  Pangkalpinang disebabkan oleh permasalah saluran (drainase) dan jalan setapak.

"Yang menjadi rata-rata memang dipermasalahan saluran drainase dan jalan setapak kita, dan di situkan ada tujuh indikator penilaiannya, tidak setiap kelurahan permasalahannya itu tapi secara rata-rata memang disitu kelamahan kita sampai disebabkan kawasan kumuh," kata Yudi saat ditemui Bangkapos.com di ruang kerjanya, Senin (15/2/2021).

Menurutnya, berdasarkan hasil musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) RKPD Pangkalpinang tingkat Kecamatan Tahun 2021, kawasan kumuh tetap menjadi prioritas.

"Jadikan setiap kelurahan akan menyampaikan kepada Kecamatan, dan Kecamatan akan menerangkan dirapat Musrenbang kita 2021, nah segala apapun yang dihasilakn setiap kecamatan dalam Musrenbang itu yang akan kita tampung," katanya.

Nantinya kata Yudi, akan dibuatkan semacam kegiatan untuk penanganan kawasan kumuh.

"Misalkan kelurahan itu mangajukan bandar dan saluran nah nanti akan kita buatkan kegiatan dari pemukiman, kita survei ke lapangan, kalau itu masuk kedalam kawasan kumuh kita masukan ke kegiatan. Dan kita masih dalam tahap survei dan usulan dari Musrenbang itu tetap akan kita utamakan," jelasnya.

Intinya, untuk penanganan kawasan kumuh di Pangkalpinang akan ada dana bantuan bersumber pada APBN.

"Jadi ada beberapa kelurahan yang dibantu oleh APBN, kami dari APBD nanti juga nemabahkan tapi jangan tumpang tindih nantinya, jadi target kumuh nantinya tercapai," ujarnya.

Dia pun berharap, untuk setiap kelurahan dapat saling menajaga agar nanti kelurahan tersebut jangan menjadi kumuh kembali.

"Seperti Kelurahan Oaps dan Genas kan sudah lepas dari kumuh, nah itu tolong harapan kita masyarakat sekitar dapat menjaganya, jangan sampai kembali kumuh lagi, kita sama-sama menjaganya," harpapnya. (Bangkapso.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved