Breaking News:

Kisah Tragis Henry Pu Yi, Kaisar Terakhir China yang Meninggal Sebagai Tukang Kebun

seorang pemimpin atau Raja atau Kaisar yang tadinya dielu-elukan dan diangkat ketika masih bayi pun, tidak akan pernah tahu bagaimana akhir kisah

SlideShare
Berumur 3 tahun saat Pu Yi diangkat menjadi kaisar. 

BANGKAPOS.COM- Kisah dan akhir hidup seseorang tak ada yang bisa memprediksinya.

Bahkan seorang pemimpin atau Raja atau Kaisar yang tadinya dielu-elukan dan diangkat ketika masih bayi pun, tidak akan pernah tahu bagaimana akhir kisah hidupnya.

Seperti kisah Kaisar China dan penutup dari Dinasti Qing berikut ini.

Di sebuah taman di botani di kota Beijing, China, pada suatu hari yang cerah di satu musim panas tahun 1960-an, seorang lelaki tua terlihat tengah merawat tanaman bunga dengan telaten.

Tidak ada yang istimewa dari pria yang mengenakan jaket sederhana ini.

Henry Pu Yi
Henry Pu Yi (via intisari-online)

Orang-orang yang berlalu-lalu di taman tidak tahu, bahwa pria kurus berkacamata yang tampak terlupakan dan menyatu dengan latar belakang ini pernah memimpin sebuah kerajaan besar.

Laki-laki itu adalah Henry Pu Yi, kaisar terakhir Cina.

Menjadi pemimpin terakhir di suatu negara atau kerajaan memang seringnya disertai kisah yang dramatis dan penuh intrik. Tidak terkecuali baginya.

Aisin Gioro Puyi atau juga dikenal dengan nama Henry Pu Yi lahir pada tanggal 7 Februari 1906 di Cina.

Saat belum genap berusia tiga tahun, ia sudah diangkat menjadi kaisar.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved