Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Polres Bangka Tengah Ultimatum Penambang, Sanksi Tegas Menanti Jika 3x24 Jam Belum Pergi

Satreskrim Polres Bangka Tengah memberikan tenggat waktu 3 x 24 Jam kepada para penambang untuk segera mengosongkan Merbuk, Pungguk dan Kenari.

Istimewa/Polres Bangka Tengah
Imbauan penertiban penambangan di lokasi Merbuk, Pungguk dan Kenari Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jajaran Polres Bangka Tengah mengultimatum para penambang di lokasi Merbuk, Pungguk dan Kenari Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.

Aparat kepolisian memberikan tenggat waktu 3 x 24 Jam kepada para penambang untuk segera mengosongkan kawasan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bnagka Tengah, AKP Raiz Muin mengatakan, saat ini pihaknya telah memasang spanduk imbauan di seputaran lokasi yang ditambang oleh masyarakat.

"Spanduk imbauan ini sudah kita pasang sore kemarin sekitar pukul 17.00," kata AKP Raiz, mewakili Kapolres Bateng, AKBP Slamet Ady Purnomo, kepada Bangkapos.com, Selasa (16/2/2021).

"Pokoknya dalam kurun waktu 3 x 24 jam, ini semuanya harus bersih tanpa ada aktivitas penambangan. Terserah mau dibongkar, dibuangkan ataupun lainnya," katanya menagaskan.

Adapun imbaun tersebut bertuliskan "Kepada seluruh pemilik ponton di seputaran lokasi Merbuk, Pungguk dan Kenari diberikan waktu 3 X 24 jam untuk melakukan pembongkaran ponton. Apabila tidak menghirauan himbauan ini Polres Bangka Tengah akan melakukan penertiban"

Kata AKP Rais, pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga dan mengedepankan persuasif, jikapun imbauan tersebut tidak diindakan, maka akan diberi sanksi berupa penegakan hukum berlaku.

"Tetap kami tindak tegas, kalau masih ada yang membandel," ujarnya.

Hingaa saat ini, dia menyebutkan sudah ada beberapa penambang yang menertibkan alat-alat tambang dengan sendiri.

"Kami berharap dalam kurun waktu tersebut semua sudah bersih," ucapnya.

Sebelumnya, kata AKP Rais tahun 2020 pihaknya telah menindaklanjuti 5 Laporan Polisi (LP), dan sudah proses tahap dua putusan hukum tetap.

"Selain penegakan hukum, kami juga sering melakukan penertiban dengan membongkar paksa alat Tambang tersebut. Makanya, sekarang kami lakukan persuasif dulu, setelah 3 hari ini masih membandel kami bersikap tegas kembali," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Koba, Muslimin menyambut baik upaya Polres Bateng mengedepankan sikap persuasif melalui imbauan-imbauan.

"Mudah-mudahan penambang yang juga masyarakat ini langsung melaksanakan imbauan dari pihak Kepolisian," harap Muslimin. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Penulis: Sela Agustika
Editor: El Tjandring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved