Breaking News:

Berita Kriminalitas

Sembilan Terdakwa Penertiban Tambang Sijuk Dituntut 3 Bulan, Satu Terdakwa Dituntut 6 Bulan Penjara

Sidang perkara kericuhan penertiban tambang ilegal Sijuk, Selasa (16/2/2021) kembali bergulir.

Pos Belitung/Dede s
Deretan mobil yang menjadi barang bukti kasus kericuhan penertiban tambang sijuk terparkir di halaman Kejari Belitung, Selasa (8/12/2020). 

BANGKAPOS.COM -- Sidang perkara kericuhan penertiban tambang ilegal Sijuk, Selasa (16/2/2021) kembali bergulir.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan kembali menggelar sidang dengan agenda tuntutan.

Sebanyak sembilan terdakwa yang terdiri dari delapan warga Sijuk dan Kasi Ops Satpol PP Provinsi Bangka Belitung Raden Sandi Aji dituntut masing-masing tiga bulan penjara.

Khusus satu terdakwa Wendri dituntut enam bulan penjara karena terjerat dua perkara pengrusakan dan penganiayaan.

JPU Kejari Belitung Tri Agung membacakan tuntutan di hadapan majelis hakim diketuai oleh AA Niko Brama Putra beranggotakan Rino Adrian Wigunadi dan Septi Andri dan semua terdakwa.

Dalam tuntutannya JPU menilai para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 170 Ayat (1) KUHPidana.

Adapun hal-hal yang memberatkan perbuatan para terdakwa menyebabkan kerugian negara dan kerugian para korban (penambang).

Dibakar Api Cemburu, Kekasih Direbut Wanita Lain, Sela Pukul Kepala Tamara dengan Botol Minuman

Baca juga: Dapat Bantuan BST dari Kemensos, Rizaldi Gunakan Buat Kebutuhan Makandan Beli Paket Internet

Suasana sidang pembacaan tuntutan perkara penertiban tambang ilegal Sijuk di PN Tanjungpandan, Selasa (16/2/2021)
Suasana sidang pembacaan tuntutan perkara penertiban tambang ilegal Sijuk di PN Tanjungpandan, Selasa (16/2/2021) (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Mau Kuat di Ranjang, Tak Perlu Pakai Obat Kimia, Bagi Pasutri Cobalah Obat Kuat Alami Ini, Tokcer

Baca juga: Fraksi Gerindra DPRD Bangka Janji Sampaikan Keluhan Nelayan Matras ke Presiden RI

Sedangkan hal-hal yang meringankan para terdakwa bersikap sopan dipersidangan.

"Oleh karena itu menuntut para terdakwa dengan penjara selama tiga bulan dikurangi sejak awal masa tahanan dilakukan. Mengembalikan barang bukti kepada korban ataupun negara, serta membebankan biaya sebesar Rp 5.000," ucap Tri Agung dalam persidangan.

Setelah mendengarakan tuntutan, Majelis Hakim bertanya dan mempersilahkan para terdakwa untuk menyampaikan pledoi (pembelaan).

Kemudian satu persatu para terdakwa menyampaikan pledoi secara lisan yang pada intinya meminta kepada Majelis Hakim agar meringankan hukuman.

Pasca mendengarkan pledoi (pembelaan) yang disampaikan para terdakwa, majelis menunda sidang dan dilanjutkan persidangan pada Selasa (2/3/2021) mendatang dengan agenda putusan.

( Posbelitung.co / Dede Suhendar )

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved