Breaking News:

4 Fakta tentang Proyek Pertamina di Tuban yang Bikin 225 KK Kaya Mendadak Karena Pembebasan Lahan

Proyek Pertamina di Tuban membuat 225 KK di Desa Sumergeneng kaya mendadak karena pembebasan lahan| simak 4 fakta yang perlu kita ketahui terkait ini

istimewa
4 Fakta tentang Proyek Pertamina di Tuban yang Bikin 225 KK Kaya Mendadak Karena Pembebasan Lahan - Ilustrasi Kilang Minyak 

"Pembebasan lahan tahap satu tanpa ada proses gugatan, semua pemilik tanah menerima," kata Kordinator Pelaksana PT Surveyor Indonesia selaku Konsultan Pendampingan Pengadaan Lahan, M Ahmad Triyono, Kamis (5/3/2020).

4 Fakta tentang Proyek Pertamina di Tuban yang Bikin 225 KK Kaya Mendadak Karena Pembebasan Lahan - Capture video viral warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil ramai-ramai
4 Fakta tentang Proyek Pertamina di Tuban yang Bikin 225 KK Kaya Mendadak Karena Pembebasan Lahan - Capture video viral warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil ramai-ramai (Tiktok Rizkii.02)

Kilang minyak patungan Pertamina dengan Rosneft asal Rusia itu dibangun di Desa Wadung, Kaliuntu dan Sumurgeneng, Kecamatan Jenu Semua bidang lahan tersebut dimiliki 440 orang, tetapi untuk luas berapa hektar belum diketahui detail karena masih ada pembebasan tahap dua.

Harga pembelian tanah diputuskan yaitu Rp 675.0000 per meter, seperti yang ditetapkan saat pencairan harga oleh kantor jasa penilai publik (KJPP), di Pendopo Kecamatan Jenu, Senin 10 Februari lalu.

Bagi warga yang menolak dan ingin menggugat diberi kesempatan 14 hari terhitung sejak ditetapkannya harga oleh KJPP.

Humas Pengadilan Negeri Tuban, Donovan Akbar Kusuma, dikonfirmasi terkait apakah ada pengajuan gugatan dari warga pemilik lahan di sekitar lokasi kilang.

"Belum ada gugatan," jawab Donovan. Lahan yang dibutuhkan untuk proyek strategis nasional tersebut seluas 821 hektar. Rinciannya lahan warga 384 hektar di Desa Wadung, Kaliuntu dan Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, lahan KLHK 328 hektar, dan lahan Perhutani 109 hektar.

4. Diklaim standar terbaik di dunia dan ramah lingkungan

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat meninjau restorasi pantai di lokasi kilang, Minggu (1/12/2019), mengatakan, kilang minyak yang dibangun d Tuban diklaim akan mampu mengurangi impor berdasarkan jumlah kebutuhan BBM dalam negeri yang mencapai 1,5 juta barrel per hari

Sedangkan kilang yang sudah ada hanya mampu memproduksi minyak 700-800 barrel per hari.

Sisanya dari jumlah total kebutuhan masih impor dan akan berkurang saat kilang sudah beroperasi.

"Kilang Tuban memiliki kapasitas pengolahan sebesar 300.000 barrel per hari yang akan menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasolin dan diesel," kata Nicke.

Dia menjelaskan, selain menghasilkan gasolin dan diesel, kilang dengan nilai investasi 15-16 miliar dollar AS itu juga akan menghasilkan 4 juta liter avtur per hari.

Lalu dapat memproduksi petrokimia sebesar 4,25 juta ton per tahun. Seluruh BBM yang diproduksi di kilang Tuban memiliki standar terbaik di dunia, yakni Euro 5.

"Kilang Tuban memiliki standar terbaik di dunia, yang sangat ramah dengan lingkungan," terang Nicke.

Saat pengerjaan konstruksi berjalan, penyerapan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 20.000, sedangkan saat kilang beroperasi yaitu 2.500 pekerja. (kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beli 821 Hektar Tanah Warga di Tuban, Pertamina Kerja Sama dengan Rusia Bangun Kilang Minyak Tercanggih di Dunia"

Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved