Breaking News:

Berita Sungailiat

Ayo Budidaya Bawang Merah, Produksi di Bangka Baru 8,9 Ton, Kebutuhan Capai 942,5 Ton per Tahun

Kebutuhan per kapita bawang merah masyarakat Kabupaten Bangka sekitar 2,9 kg per kapita per tahun

Bangkapos.com/Edwardi
Kebun bawang merah dikelola Poktan Indo Tani Desa Labu Kecamatan Puding Besar. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kebutuhan per kapita bawang merah masyarakat Kabupaten Bangka sekitar 2,9 kg per kapita per tahun, sedangkan jumlah penduduk Kabupaten Bangka saat ini 325.000 jiwa sehingga perkiraan jumlah kebutuhan bawang merah di Kabupaten Bangka sekitar 942,5 ton per tahun.

Sementara saat ini para petani bawang merah di Kabupaten Bangka baru menghasilkan 8.831 kg atau 8,9 ton, sehingga masih banyak kekurangan produksi bawang merah lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bangka.

"Dari data ini jelas tergambar masih besar peluang bawang merah lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bangka, tentunya ini merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan apalagi harga bawang merah di pasar saat ini rata-rata berkisar Rp 37.000 per kg," ungkap Elius Gani, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka, Rabu (17/02/2021) usai kegiatan panen bawang merah perdana di lahan Poktan Indo Tani Desa Labu Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka.

Ditambahkannya untuk harga bawang merah di tingkat pedagang pengepul dari petani anggaplah sekitar Rp 30.000 per kg.

"Untuk contoh lahan seluas 0,3 hektare saja bisa menghasilkan 2 ton bawang berarti petani bisa mendapatkan Rp 60 juta, setelah dikurangi biaya bibit dan produksi sekitar Rp 25 juta hingga Rp 30 juta, jadi petani bisa mendapatkan keuntungan setengahnya sekitar Rp 30 jutaan," jelas Elius Gani.

Menurut Elius dari segi rasa hampir sama dengan bawang merah Brebes karena varietas bibit yang digunakan jenis Bima Brebes.

"Jadi saya rasa tidak jauh beda lah rasanya dengan bawang Brebes tetapi mungkin bisa jadi bawang merah kita lebih sedikit pedas," kata Elius Gani.

Elius mengungkapkan ujicoba budidaya bawang merah ini sudah dilakukan di 6 kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka, yakni Kecamatan Belinyu, Sungailiat, Pemali, Riau Silip, Puding Besar dan Mendo Barat.

"Terakhir kita akan panen bawang merah di Desa Cut Kecamatan Riau Silip tidak lama lagi juga dari dana DID Tahun 2020. Kita juga ada mendapatkan bantuan atau demplot dari Bank Indonesia (BI) untuk bibit bawang merah bagi petani di Desa Kemuja Kecamatan Mendo Barat dan Desa Jada Bahrin Kecamatan Merawang bisa menghasilkan rata-rata 8 ton per hektarenya," jelas Elius Gani.

Kebun bawang merah dikelola Poktan Indo Tani Desa Labu Kecamatan Puding Besar.
Kebun bawang merah dikelola Poktan Indo Tani Desa Labu Kecamatan Puding Besar. (Bangkapos.com/Edwardi)

Anggota DPRD Kabupaten Bangka, Sarudin mengatakan sangat mendukung program budidaya bawang merah yang dicanangkan Bupati Bangka Mulkan.

"Program dari pemerintah pusat ini ditindaklanjuti Bupati Bangka melalui dana DID Tahun 2020 mencanangkan ujicoba penanaman bawang merah di Kabupaten Bangka ini sangat baik dan.petlu didukung untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bangka," kata Sarudin.

Dia mengapresiasi kinerja Bupati Bangka yang sudah mencanangkan program budidaya bawang merah ini.

Diakuinya semula Kades Labu saja pesimis tetapi dengan dikelola secara sungguh-sungguh oleh kelompok tani Indo Tani ini sehingga terbukti dan berhasil dengan baik untuk budidaya bawang merah.

"Hasil panen bawang merah ini membuktikan kalau daerah kita ini bisa juga ditanami bawang merah dan bisa menghasilkan bagi masyarakat kita," ungkap Sarudin.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved