Breaking News:

Harga Toyota Avanza Jika PPnBM Pajak 0 Persen Berlaku, Turun Belasan Juta, Begini Hitungannya

Harga Toyota Avanza Jika PPnBM Pajak 0 Persen Berlaku, Turun Belasan Juta, Begini Hitungannya

Toyota
Ilustrasi Toyota New Avanza. 

Harga Toyota Avanza Jika PPnBM Pajak 0 Persen Berlaku, Turun Belasan Juta, Begini Hitungannya

BANGKAPOS.COM -- Insentif Pajak Penjulan Atas Barang Mewah (PPnBM) 0 Persen mobil baru berlaku mulai Maret 2021.

Melihat hal tersebut, ada prediksi mobil di harga Rp 200 jutaan bakal turun belasan juta.

Agar lebih jelas, berikut hitungannya dari sumber yang dapat dipercaya.

Ambil contoh Toyota Avanza, saat ini tipe terendahnya yakni E STD M/T dibanderol Rp 202.200.000 on the road (OTR) DKI Jakarta.

Besaran PPnBM dari Toyota Avanza adalah 10 persen.

Sebelum mendapatkan besaran PPnBM yang dikenakan, maka kita harus mencari dulu harga tebus dealer dari pabrikannya sebelum dijual ke konsumen.

Rumusnya adalah harga OTR dikurangi BBN-KB, margin dealer dan variabel cost. (OTR - BBNKB - Biaya Dealer - Variabel Cost)

Adapun besaran pajak BBN-KB dihitung berdasarkan masing-masing wilayah, ambil contoh DKI Jakarta sebesar 12,5 persen.

 Pihak PT Toyota Astra Motor (TAM) menjelaskan kalau banyak konsumen yang penasaran terkait insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor.

Hal ini membuat konsumen penasaran dan berbondong-bondong datang ke dealer Toyota untuk memastikan terkait kebenaran insentif PPnBM yang akan diberikan pemerintah mulai Maret 2021 mendatang.

"Soal pertanyaan (insentif PPnBM) saya dengar cukup banyak," kata Anton Jimmi Suwandy, Direktur Marketing TAM (16/2/2021).

Kendati demikian, Anton masih belum bisa memastikan apakah relaksasi pajak ini akan berdampak terhadap penundaan pembelian mobil baru pada Februari 2021 ini.

"Sedang kami monitor mengenai penundaan," jelasnya.

Sebelumnya, Anton mengungkapkan bahwa pihaknya akan selalu mendukung dan mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah.

"Ya kami sudah tahu info insentif PPnBM ini. Sebagai pelaku industri tentu kami akan mengikuti aturan dan arahan pemerintah," sebutnya.

"Apalagi insentif ini mempengaruhi industri dan masyarakat yang butuh kendaraan untuk bermobilitas," sambung Anton.

(*)

Editor: Teddy Malaka
Sumber: Otomotif Net
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved