Breaking News:

Berita Kriminalitas

Kabag Ops Beberkan Cara Pengedar Berbisnis Narkoba di Pangkalpinang, Begini Modusnya

Kompol Johan Wahyudi memberberkan cara kerja pengedar narkotika dan mengimbau warga jika mencurigai ada transaksi narkotika, segera lapor polisi.

Bangkapos.com/Yuranda
Polres Pangkalpinang, menggelar konferensi pers, para tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dan ineks, di Halaman Polres Pangkalpinang, Rabu (17/2/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kasus penyalahgunaangunaan narkotika di wilayah hukum Polres Pangkalpinang, mengalami peningkatan di tahun 2021.

Kabag Ops Polres Pangakalpinang Kompol Johan Wahyudi memberberkan cara kerja pengedar narkotika dan mengimbau warga jika mencurigai ada transaksi narkotika, segera lapor polisi.

Kompol Johan Wahyudi mengaakan ini saat konferensi pers kasus narkotika, di halaman Polres Pangkalpinang, Rabu (17/2/2021).

"Kalau dibandingkan dengan tahun 2020, kasus penyalahgunaan narkoba ini, mengalami peningkatan untuk pengungkapan dan barang buktinya," kata Kompol Johan Wahyudi didampingi Kasubag Humas AKP Agus Widodo dan Kasat Narkoba Polres Pangkalpinang Iptu Eddy Yuhansyah.

Dalam jumpa pers yang digelar, sebanyak 15 diduga tersangka penyalahgunaan narkoba diamankan polisi. Dari 15 orang tersebut 10 diantaranya dihadiri di depan awak media, sedangkan lima orang masih berada di sel Polsek Jajaran.

"Dari delapan laporan polisi, sebanyak 15 tersangka penyalahgunaan narkoba yang diamankan, mereka diamankan karena menyimpan ineks dan sabu-sabu," kata Johan.

Total barang bukti yang berhasil diamankan, Satresnarkoba Polres Pangkalpinang, narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 42,32 gram dan Ineks 9,26 gram, mereka ditangkap dalam kurun waktu 15 hari.

"Narkoba jenis sabu dan ineks ini mereka beli, dari seseorang. Mereka membeli dengan sistem lempar, uang ditransfer terlebih dahulu dan barangnya dilempar di suatu tempat, diberitahukan melalui telepon," ujarnya.

Kata Johan, rata-rata dari 15 orang ini, diantaranya adalah pemakaian. Mereka membeli barang ini dengan sistem putus, hasil penyidikan dari satu laporan polisi ada lima tersangka, ini merupakan kelompok.

"Kami juga mengamankan buku tabungan dan rekening koran dari bank yang diduga setelah melakukan transaksi narkoba itu," ucapnya.

Lanjutnya, para tersangka ini tidak memiliki target pemasaran, berdasarkan keterangan dari para tersangka mereka hanya menggunakan barang itu, namun jika mereka mendapat order maka barang haram tersebut akan dipasarkan.

"Mereka tidak memiliki target atau pemasaran narkoba itu, kalau mendapatkan order baru mereka juga, berdasarkan keterangan mereka, dapat untung uang dan menggunakannya saja," jelasnya.

Johan mengimbauan kepada masyarakat, bila melihat atau mencurigakan adanya transaksi narkoba di lingkungan sekitar segera melaporkan hal tersebut ke polisi setempat.

Dia juga mengatakan pihak polisi akan merahasiakan, identitas pelapor, terkait hal tersebut.
Selain itu juga, ia juga mengimbau setiap fungsi di Jajaran Polres Pangkalpinang agar selalu melakukan patroli di wilayah hukumnya terutaman Bhabinkamtibmas agar selalu mensosialisasikan bahannya narkoba.

"Kita tetap berpersan kepada masyarakat, hindari narkoba karena narkoba ini bahaya, merusak masa depan. Bila masyarakat mengetahui ada transaksi narkoba segera melaporkan ke Polisi setempat, " ucapnya. (Bangkapos.com/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: El Tjandring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved