Breaking News:

Berita Kriminalitas

Polres Bangka Selatan Gelar Rekonstruksi Pengeroyokan yang Menewaskan Marvierli di Desa Bencah

Tim Inafis Satuan Reskrim Polres Bangka Selatan menggelar olah rekonstruksi kasus kekerasan pengeroyokan yang terjadi di Desa Bencah

Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Satu dari 14 adegan olah rekonstruksi kasus pengeroyokan di Desa Bencah beberapa waktu lalu yang digelar di Mapolres Bangka Selatan. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA --  Tim Inafis Satuan Reskrim Polres Bangka Selatan menggelar olah rekonstruksi kasus kekerasan pengeroyokan yang terjadi di Desa Bencah pada Kamis, (17/12/2020) lalu.

Sedikitnya 14 adegan diperagakan dalam olah rekonstruksi yang digelar pada Rabu, (17/2/2021) dengan menggambarkan kasus pengeroyokan yang menyebabkan satu nyawa warga Toboali yaitu Marvierli (41) meninggal dunia.

Dari setiap adegan yang digelarpun dapat memperagakan setiap kejadian mulai dari awal penganiayaan hingga akhir.

Kanit I Reskrim Polres Bangka Selatan, Ipda William Fery Situmorang mewakili Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Ghalih Widyo Nugroho menyatakan olah rekonstruksi yang digelar bertujuan untuk melengkapi berkas penyidikan dan mengetahui peran dari masing-masing tersangka dalam kasus pengeroyokan.

"Dari olah rekonstruksi ini kita ingin menemukan titik terang mengenai siapa dan berbuat apa dalam kejadian yang terjadi. Hal ini juga dilakukan untuk menanggapi P-19 dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Selatan," jelas  Ipda William seusai olah rekonstruksi pada Rabu, (17/2/2021).

Melalui kegiatan ini juga akan digunakan sebagai bahan untuk melengkapi pemberkasan yang berkaitan dengan perkara yang nantinya akan diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri yang dalam hal ini Kejari Kabupaten Bangka Selatan.

Ipda William menambahkan kasus pengeroyokan yang dilakukan berawal dari korban yang kedapatan melakukan pencurian mesin pompa tanah milik salah satu dari lima orang tersangka yang diamankan.

"Pengeroyokan ini berawal lantaran tersangka kesal terhadap korban yang telah melakukan pencurian mesin pompa tanah. Dari kejadian ini korban meninggal dunia kendatipun sempat dilarikan ke RSUD," ucapnya.

JPU Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Selatan, Oslan Pardede saat diwawancarai menyatakan permintaan rekonstruksi ini dilakukan untuk menemukan titik terang dari kasus pengeroyokan yang terjadi di Desa Bencah yang menyebabkan satu korban yang meninggal dunia.

"Rekonstruksi ini dilakukan sesuai dengan permintaan dari kami guna mencari titik terang peran dari masing-masing tersangka dalam kasus pengeroyokan. Melalui kegiatan ini juga kita bisa tahu cerita awal terjadinya pengeroyokan," ungkap Oslan.

Satu dari 14 adegan olah rekonstruksi kasus pengeroyokan di Desa Bencah beberapa waktu lalu yang digelar di Mapolres Bangka Selatan, Rabu (17/2/2021).
Satu dari 14 adegan olah rekonstruksi kasus pengeroyokan di Desa Bencah beberapa waktu lalu yang digelar di Mapolres Bangka Selatan, Rabu (17/2/2021). (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

5 Tersangka, Dua DPO

Kanit I Reskrim Polres Bangka Selatan, Ipda William Fery Situmorang menyatakan dalam perkara ini, telah ditetapkan 5 orang tersangka yakni Kadeyanto (47), Niki (42), Heri Kurniawan (28), Heri Yong (35) dan Yanto (50).

Kelima tersangka ini lanjutnya saat ini telah diamankan di rumah tahanan (rutan) Mapolres Bangka Selatan.

Pihaknya juga sedang melakukan pencarian terhadap dua orang yang ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) yang berkaitan dengan aksi pengeroyokan yang telah menyebabkan seorang warga meninggal dunia.

"Saat ini kita sedang melakukan penyelidikan untuk menguak 1 DPO ini dan berharap dapat dikuak secepatnya," harap Fery. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved