Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Bantah Adanya Kluster Kontes Burung, Ari Sebut Sudah Satu Bulan Tak Ikut Kontes

Warga Desa Bencah, Kabupaten Bangka Selatan, Ari menampik adanya kabar dirinya terpapar covid akibat mengikuti kontes burung yang ada di Pangkalpinang

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Mulyadi saat mengunjungi kantor Bangka Pos terkait klarifikasi kluster burung. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga Desa Bencah, Kabupaten Bangka Selatan, Ari menampik adanya kabar dirinya terpapar covid-19 akibat mengikuti kontes burung yang ada di Kota Pangkalpinang, Kamis (18/02/2021).

Sebelumnya diketahui terdapat 45 warga Desa Bencah, Kabupaten Bangka Selatan yang telah terpapar covid-19.

Kepala Desa Bencah mengungkapkan kasus terpaparnya warga disebutkan berawal dari warga berinisial AR yang terpapar setelah mengikuti kontes burung di Kota Pangkalpinang.

Menanggapi hal tersebut satu di antara penangkar burung, Mulyadi menampik adanya kluster burung yang terjadi akibat AR yang mengikuti kontes burung di Kota Pangkalpinang.

"Di sini kami sudah mendapatkan fakta dari AR, bahwa dia sudah satu bulan lebih tidak mengikuti lomba burung. Lalu juga pernyataan kades juga mengatakan lomba burung di Pangkalpinang, nah untuk lomba di Pangkalpinang itu terakhir lomba 6 Desember 2020 dan itu juga dibubarkan," ujar Mulyadi saat mendatangi kantor Bangka Pos untuk melakukan klarifikasi.

Selain itu Mulyadi berharap dengan adanya klarifikasi, dapat menghilangkan stigma negatif terkait adanya kluster burung.

"Jadi untuk klaster burung itu tidak ada dan tidak tahu menahu, sampai dimana terpapar covid siapa tau. Kami berharap semoga temen-temen kicau mania, jaga kesehatan protokol kesehatan diutamakan. Lalu teman di bencah yang terpapar semoga cepat sembuh, dan yang sehat tetap jaga kesehatan," tuturnya.

Sementara itu AR saat dikonfirmasi oleh Bangkapos.com pun juga menampik terkait dirinya yang terpapar akibat mengikuti kontes burung.

AR pun mengungkapkan terkonfirmasi positif covid-19 pada 08 Februari 2021, sedangkan kontes burung terakhir yang diikuti yaitu pada 06 Desember 2020.

"Kalau dari kontes burung itu salah, karena saya sudah lama satu bulan gak pergi ke kontes. Saya itu cuma pergi ke Pangkalpinang saja bukan kontes, serta juga bukan berurusan terkait burung," ungkap AR.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved