Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Insentif Tenaga Kesehatan di Bangka Belitung Telat, Ini Penyebabnya

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung (Babel), Hermain SKM MKM mengakui pencairan insentif tenaga medis di Bangka Belitung agak terlamba

Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Uang 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung (Babel), Hermain SKM MKM mengakui pencairan insentif tenaga medis di Bangka Belitung (Babel) agak terlambat.

"Kalau di periode Tahun 2021, pencairan agak sedikit terlambat, tapi kami yakin ini masih proses administrasi yang harus disingkronkan dengan pusat. Karena mereka juga tidak mau secara sembrono atau terburu-buru, nanti jadi bahan temuan BPK. Siapa yang mau menanggungnya bila administrasi tidak bagus," ujar Hermain, Kamis (18/2/2021).

Ia menyebutkan Insentif ini berkaitan pada penganggaran, sementara saat ini penganggaran sedang dalam persiapan perubahan, ada dana recofusing lagi, dalam masa persiapan.

Insentif tenaga kesehatan yang di Wisma Karantina itu terkait dengan dana APBD sedangkan insentif tenaga kesehatan yang di rumah sakit itu terkait dana dari pusat, Kementerian Kesehatan RI.

"Nanti ke depan anggaran itu akan turun langsung ke rumah sakit yang melakukan pelayanan. Jadi sistemnya sudah lebih disederhanakan. Mudah-mudahan ke depan akan lebih baik, tidak waktu tunggunya lebih lama saat pencairan karena evaluasi yang dilakukan kementerian kesehatan, yang selama ini banyak keluhan dari rumah sakit karena pencairan cukup lama dan administrasi cukup berbelit-belit," jelas Hermain.

Ia berharap kedepan hal ini ada perbaikan dan administrasi lebih disederhanakan tetapi tetap tidak mengurangi pengetatan dalam pengawasan agar tidak ada kebocoran atau hal yang tak diinginkan.

"Kita meminta juga kepada kementerian kesehatan agar proses administrasinya jangan berbelit-belit dan proses verifikasi agar dikakukan percepatan,"

Diakuinya, insentif itu dianggarkam sesuai kebutuhan. Insentif untuk dokter spesialis senilai Rp500 Ribu, dokter umum senilai Rp330 Ribu dan perawat senilai Rp250 Ribu per hari kerja.

Sementara untuk rincian besaran dana bantuan biaya operasional kesehatan (BOK) meliputi :

- Insentif dokter spesialis sebesar Rp15 juta
- Insentif dokter umum sebesar Rp10 juta
- Insentif perawat atau bidan sebesar Rp7,5 juta
- Insentif tenaga medis lainnya sebesar Rp5 juta.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved