Breaking News:

Advertorial

Panen Bawang Merah Perdana di Desa Labu, Mulkan Yakin Ekonomi Cepat Pulih

BUPATI Bangka, Mulkan didampingi Ketua PKK kabupaten Bangka, Yusmiati Mulkan melakukan panen perdana bawang merah di kebun Kelompok Tani Indo Tani di

Panen Bawang Merah Perdana di Desa Labu, Mulkan Yakin Ekonomi Cepat Pulih - bupati-bangka-mulkan-didampingi-ketua-pkk-kabupaten-bangka.jpg
Bangkapos.com/Edwardi
BUPATI Bangka, Mulkan didampingi Ketua PKK kabupaten Bangka, Yusmiati Mulkan saat melakukan panen perdana bawang merah di kebun Kelompok Tani Indo Tani di Desa Labu, Kecamatan Pudingbesar, Kabupaten Bangka, Rabu (17/2)
Panen Bawang Merah Perdana di Desa Labu, Mulkan Yakin Ekonomi Cepat Pulih - upati-bangka-mulkan-didampingi-ketua-pkk-kabupaten-bangka.jpg
Bangkapos.com/Edwardi
BUPATI Bangka, Mulkan didampingi Ketua PKK kabupaten Bangka, Yusmiati Mulkan saat melakukan panen perdana bawang merah di kebun Kelompok Tani Indo Tani di Desa Labu, Kecamatan Pudingbesar, Kabupaten Bangka, Rabu (17/2)
Panen Bawang Merah Perdana di Desa Labu, Mulkan Yakin Ekonomi Cepat Pulih - pati-bangka-mulkan-didampingi-ketua-pkk-kabupaten-bangka.jpg
Bangkapos.com/Edwardi
BUPATI Bangka, Mulkan didampingi Ketua PKK kabupaten Bangka, Yusmiati Mulkan saat melakukan panen perdana bawang merah di kebun Kelompok Tani Indo Tani di Desa Labu, Kecamatan Pudingbesar, Kabupaten Bangka, Rabu (17/2)

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- BUPATI Bangka, Mulkan didampingi Ketua PKK kabupaten Bangka, Yusmiati Mulkan melakukan panen perdana bawang merah di kebun Kelompok Tani Indo Tani di Desa Labu, Kecamatan Puding­besar, Kabupaten Bangka, Rabu (17/2).

Kegiatan ini turut diha­diri Anggota DPRD Bangka Dapil Pudingbesar, Sarudin, Deputi BI Babel, Taufik, Kepala Balitbangda Babel, Kepala BPPT Babel, para pejabat dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Bangka, Camat Pudingbesar, Toni Ali, Kades Labu, Zainudin, peng­urus HKTI Bangka, masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Mulkan mengatakan budidaya bawang merah di Kabupaten Bangka merupakan hal asing dan baru bagi pe­tani di Kabupaten Bangka.

“Ini merupakan permulaan pengembangan pertanian untuk bawang merah. Mas­yarakat kita sebagian kecil percaya bila bawang merah bisa hidup di Bangka,” kata Mulkan.

Diungkapkannya, dulu ketika kampanye ada masyarakat yang sudah menguji coba menanam bawang merah di Desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang dan Dusun Air Layang, Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam. Itupun diakuinya, sudah berhasil.

“Menanam bawang merah ini merupakan salah satu program Mulya (Mulkan-Syahbudin) jika bawang merah cocok untuk dibudidayakan petani di Kabupaten Bangka,” ujarnya.

Menurutnya, budidaya tanaman bawang merah ini sangat cocok untuk memulihkan ekonomi masyarakat. Karena masa tanam hingga panen bawang merah ini hanya sekitar 60-75 hari.

“Bila proses penanaman dan perawatan berhasil bisa mendapatkan sekitar 8-10 ton bawang per hektarenya.
Mulkan berharap jika panen bawang merah ini bisa berkelanjutan dan petani bawang terus menjadi profesi.“Saya berharap bawang merah ini menjadi komoditi yang bisa dibanggakan dan diandalkan minimal untuk memenuhi kebutuhan wilayah kita sendiri,” harapnya.

Diakuinya, program-prog­ram Pemkab Bangka selalu mendapatkan dukungan dari DPRD Kabupaten Bangka. Termasuk, program budidaya tanaman bawang merah ini dari DID tahun 2020 untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi mas­yarakat.

“Saat ini bawang merah sudah menghasilkan satu hektare sekitar delapan ton bawang merah. Komoditas pertanian bawang merah ini merupakan salah satu bahan dasar dalam kebutuhan dapur rumah tangga, sehingga kita semua sangat ketergantungan dengan bawang merah, hampir semua masakan membutuhkan bumbu bawang merah,” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka, Elius Gani menambahkan bibit bawang merah ini merupakan bantuan dari Pemkab Bangka dari DID tahun 2020 untuk kelompok tani Indo Tani Desa Labu sebanyak 300 kg atau 0,3 ton.

“Bibit bawang ini dicoba ditanam di lahan sekitar 0,3 hektare dikelola kelompok tani Indo Tani pimpinan Pak Kandar, dan di bawah pengawasan PPL, Sarwani, Alhamdulilah ternyata berhasil dikembangkan dan mulai ditanam pertengahan Desember 2020 lalu diperkirakan mendapatkan hasil sekitar dua ton lebih,” kata Elius Gani.

Mulkan juga sempat memberikan bantuan modal kepada Ketua Poktan Indo Tani, Kandar.

(002/II/ADVBANGKA/KOMINFOTIK/2021/edw)

Penulis: iklan bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved