Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Pelaku Usaha di Bangka Tengah Terima Bantuan Rp2,4 Juta, Jumlahnya 8.000 UKM 

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Bangka Tengah (Bateng) telah mengajukan sebanyak 26.441 pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk

bangkapos.com
Kepala Bidang Koperasi dan UKM Bangka Tengah, Azwar (bangkapos.com/Sela Agustika) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Bangka Tengah (Bateng) telah mengajukan sebanyak 26.441 pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk mendapatkan bantuan produktif usaha mikro (BPUM) sebesar Rp2,4 Juta. 

Namun pada semua data yang diajukan tidak semua pelaku usaha tersebut menerima bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini.

"Jadi di sini kita hanya sebagai lembaga pengusul dari kabupaten, di mana para pelaku usaha ini bisa mengususlkan bantuan dengan syarat-syarat yang telah ditentukan ke kita atau bisa ke masing-masing desa. Layak atau tidak para UKM yang kita usulan ini mendapatkan bantuan semuanya diverifikasi dan ditentukan oleh pusat," ujar Kepala Bidang Koperasi dan UKM Bangka Tengah, Azwar kepada Bangkapos.com, Kamis (18/2/2021).

Kata Azwar, per Desember 2020 total penerima bantuan UKM di Bangka Tengah kurang lebih ada sebanyak 8.000 pelaku usaha.

"Untuk data rincinya kita belum terima SK penetapan dari pusat, tetapi rencanaya kita akan mengajukan surat ke BRI nantinya yang menjadi pihak penyalur bantuan ini. Kalau kita lihat kurang kurang lebih suda 8.000 UKM yang menerima bantuan ini," katanya.

Dia menyebutkan dari total yang telah diajukan, banyak pelaku UKM yang tidak mendapatkan bantuan datang ke kantor untuk menanyakan penyebab dan alasan kenapa tidak menerima bantuan.

"Di sini kita sosialisasikan kepada ibu-ibu bahwa peran kita hanya membantu pengusalan, sedangkan untuk verifikasi layak atau tidak mendapatkan dari pusat.

Kita juga mengimbau kepada para pelaku UMKM yang tidak menerima bantuan untuk bersabar," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan bisnis rumah tangga seperti kuliner menjadi usaha yang banyak digeluti oleh masyarakat di Kabupaten Bangka Tengah.

Bahkan diakuinya selama Pandemi Covid-19 terjadi angka peningkatan pelaku UKM di Bangka Tengah.

"Jadi selama pandemi setelah didata dan adanya bantuan UKM ini banyak pelaku UKM baru yang muncul dan ini drastis peningkatannya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Terhitung Desember 2020 kemarin total UKM ini berjumal 22.746," kata Azwar.

Dia mengungkapakan berbagai upaya telah dilakukan pihaknya untuk mendukung pelaku UKM terus bangkit dan bertahan di tengah pandemi, mulai dari membantu promosi produk UKM,  bantuan peralatan untuk industri,  pelatihan kepada UKM dan lainnya.

"Untuk yang terkendala modal kita juga akan mengarahakan pelaku usaha ini melakukan pinajaman ke KUR dan kita juga sudah kerja sama dan bermitra dengan Bank Syariah untuk membantu dan mempermudah masyarakat dalam hal permodalan," tambahnya.

Meskipun di tengah kondisi pandemi, sampai saat ini ia menyebutkan tidak ada pelaku UKM di Bangka Tengah yang gulung tikar. 

"Alhamdulillah semua pelaku UKM ini tetap semangat, meskipun mereka harus mengurangi jumlah dagangan dari biasanya. Tentunya kita berharap Covid-19 ini bisa berakhir sehingga pelaku usaha bisa beraktivas seperti semula dan ekonomi masyarakat bisa normal," katanya. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Penulis: Sela Agustika
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved