Breaking News:

Berita Kriminal

Pria Ini Ancam Suami Mantan Istri Berpangkat Perwira di Polda Babel, Lalu Begini Nasibnya

Reno Afrianso (RA) (39) sudah ditetapkan sebagai tersangka, dalam sangkaan pengancaman lewat media sosial (Medsos). Ia dijerat Undang-Undang (UU)

Penulis: Yuranda | Editor: Fery Laskari
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Borgol 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Seorang pria berinisial RA (39) ditetapkan sebagai tersangka, dalam sangkaan pengancaman lewat media sosial (Medsos). Ia dijerat Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Tersangka diduga mengancam suami polisi wanita ( Polwan) berpangkat perwira, bertugas di Polda Bangka Belitung (Babel).

Hal tersebut disampaikan Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Johan Wahyudi kepada Bangkapos.com, saat dikonfirmasi, Kamis (18/2/2021) siang.

Sebelumnya, RA (39), seorang pria pelaku pembawa senjata tajam, diamankan saat hendak masuk Mapolda Bangka Belitung (Babel), Rabu (10/2/2021) lalu.

Ketika itu ia beralasan ingin bertemu dengan Kapolda Babel Irjen (Pol) Anang Syarif Hidayat.

Pria berambut panjang ini, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Pangkalpinang.

Namun penetapan tersangka RA bukan dikarenakan sebagai pelaku pembawa sajam ke Mapolda Babel tersebut.

Melainkan atas kasus lain, yang dilaporkan soal pengancaman terhadap Ari Padma, suami Polwan Polda Babel.

Laporan dilayangkan pelapor ke SPKT Polres Pangkalpinang, 8 Februari 2021 lalu.

"RA sudah tetapkan tersangka dengan dasar laporan polisi yang di laporkan oleh suaminya perwira itu. Sekarang RA tersangka dengan sangkaan, pengancaman lewat media sosial dan dikenakan UU ITE," kata Johan Wahyudi.

Saat ini, kata Johan, tersangka RA masih ditahan di Ruang Tahanan Polres Pangkalpinang, guna pemeriksaan lebih lanjut.

Pihaknya terus mendalami kasus dugaan ancaman lewat Medsos yang dilakukan tersangka.

Seperti diketahui, RA dilaporkan oleh Ari Padma (35) ke SPKT Polres Pangkalpinang pada 8 Februari 2021 lalu sekitar Pukul 18.40 WIB.

Dalam laporan Ari Padma disebutkan, tuduhan perbuatan tidak menyenangkan atau pengancaman yang diduga dilakukan oleh RA.

Menurut pelapor, seperti dikutip melalui Kabag Ops Johan Wahyudi bahwa RA mengancam dan menghina korban melalui aplikasi WhatsApp, melalui keluarga, melalui rekan kerja. Pelaku mengatakan akan mutilasi korban jika bertemu.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved