Breaking News:

Sebagai Corong Informasi, Jurnalis Harus Menciptakan Kerukunan Umat Beragama di Babel

Ihsan berharap pemberitaan dapat memberitakan hal yang positif dan menyejukkan serta tidak memberikan informasi hoaks.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Forum group discussion (FGD), di Ballroom Hotel Grand Vela, Kota Pangkalpinang, Kamis (18/02/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kementrian Agama Provinsi Bangka Belitung menggelar forum group discussion (FGD) yang dilaksanakan selama tiga hari sejak 16-18 Februari 2021 di Ballroom Hotel Grand Vela, Kota Pangkalpinang, Kamis (18/02/2021).

Mengangkat tema jurnalisme damai bagi umat beragama di Bangka Belitung, melalui jurnalisme damai ciptakan informasi yang faktual, akurat, netral dan seimbang.

Kasubang Oratala dan KUB, Kemenag Provinsi Bangka Belitung, Ihsan Syarif mengungkapkan kegiatan ini merupakan rangkaian dari menciptakan kondisi kerukunan umat di provinsi Bangka Belitung.

"Kegiatan ini merupakan program keagamaan, kami mengadakan FGD yang bertujuan untuk bersilaturahmi dan berkoordinasi dengan pengurus FKUB yang ada di tujuh kabupaten/kota terkait keadaan dan kerukunan umat," ujar Ihsan.

Dengan mengangkat tema yang berkaitan dengan jurnalisme, Ihsan berharap pemberitaan dapat memberitakan hal yang positif dan menyejukkan serta tidak memberikan informasi hoaks.

"Lalu memberikan informasi dan berita yang ada di Kemenag, karena FKUB yang terdiri dari tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai mitra kami. Hal ini untuk menyampaikan berita yang menyejukkan dan juga, menghindari berita yang memuat unsur pemecahan belah atau hoax lah," jelasnya.

Sementara itu satu di antara narasumber yang hadir yakni Ibnu Taufik Juwariyanto yang merupakan pemimpin Redaksi Bangka Pos, menjelaskan peran media sebagai corong informasi oleh masyarakat.

"Media mainstream perannya hanya menjadi konfirmasi terakhir karena di media sosial sudah cepat, tapi tingkat aktualisasi belum tentu benar di media sosial. Media cetak kini masih memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi, karena prosesnya panjang dan sangat teliti," kata Ibnu Taufik.

Selain itu Ibnu Taufik pun mengungkapkan pentinganya atribusi, hingga news value dalam sebuah berita.

"Itu penting karena dalam jurnalistik berkaitan dengan unsur-unsur yang melekat pada nara sumber, atribusi yang lengkap akan meningkatkan news valuenya. Menyembunyikan sesuatu sebenarnya menimbulkan potensi adanya konflik horizontal, menampilkan fakta secara bijak akan mereduksi potensi konflik yang lebih besar," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: El Tjandring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved