Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Wali Kota Pangkalpinang Resah Anak-anak Belum Bisa Sekolah

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen), mengaku sudah resah dengan anak-anak yang masih di rumah belum kembali belajar normal di sekolah.

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen), mengaku sudah resah dengan anak-anak yang masih di rumah belum kembali belajar normal di sekolah.

Apalagi kata Molen, dirinya juga selaku orang tua tentu merasakan apa yang dirasakan oleh orang tua lainnya saat ini.

"Kalau tanya saya pribadi saya jawab mending anak-anak masuk sekolah, anak saya di rumah juga sudah kasihan saya lihatnya, kadang tidak tau lagi temannya mana, sehingga aktivitas di luar itu sudah sangat berkurang," kata Molen kepada Bangkapos.com, Kamis (18/2/2021).

Tak hanya itu, kata Molen setelah dilakukan tes anaknya ternyata kekurangan vitamin D.

"Bayangkan saja anak saya sekali dites ternyata kekurangan vitamin D, karena di dalam rumah teruskan, tidak ada terkena sinar matahari, aktivitas bermain mereka ga ada padahal hak mereka untuk bermain di luar rumah itu seusia anak-anak, saya secara pribadi ingin sekali anak  kita bisa masuk sekolah sebetulnya," tegasnya.

Namun dia menyebutkan, terkait wacana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka bisa terlaksan apabila sudah ada kesepakatan dari seluruh steakholder terkait untuk penentuan KBM.

"Jadi minimal kita menentukan berlangsungnya KBM itu bukan lagi keputusan Wali Kota saja, Kepala Dinas terkait, tali adalah keputusan kita bersama misal para alim ulama, tokoh masyarakat, para orang tua, TNI POLRI semua yang terkait itu lah harus keputusan secara bersama," kata Molen.

Tak hanya itu, menurutnya segala sesuatu kesiapan di lapangan juga harus diperhatikan.

"Misal handsanitizer, terus kesiapan berapa yang masuk, berapa yang dirumahkan, inikan harus jelas duku sistemnya dan itu harus kita perhatikan dan emnjadi standart kita kalau melakukan KBM nantinya," ujarnya.

Kata Molen, meskipun saat ini memang sudah ada sekolah yang mengajukan proposal kepada Dinas Pendidikan untuk melaksankan KBM tatap muka namun tetap harus dipertimbangkan dengan baik.

"Tetap harus kita sepakati seperti itu, jadi untuk yang KBM secara skala besarnya menurut saya susah saatnya memang sekolah, kita juga sudah resah, saya juga serjng mendengar semuanya resah dengan kondisi seperti sekarang ini," bebernya.

Namun menurutnya, prosedur protokol covid-19 ini harus tetap dijalankan, dengan persetujuan dari semua pihak.

"Mari kita berdoa sama-sama agar selalu dimudahkan, dan untuk KBM kita juga bisa segera dilaksanakan, ini harapan kita semua saya yakin," sebutnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved