Breaking News:

China Eksekusi Penjahat Pakai 'Mobil Maut dan Suntikan Mematikan': Termasuk Koruptor

China Eksekusi Penjahat Pakai 'Mobil Maut dan Suntikan Mematikan': Termasuk Koruptor

AFP VIA GETTY IMAGES/DAILY STAR
China Eksekusi Penjahat Pakai 'Mobil Maut dan Suntikan Mematikan': Termasuk Koruptor__ Regu tembak menggiring terpidana mati yang hendak dieksekusi mati di sebuah lapangan. Suntikan mematikan telah mengambil alih sebagai bentuk utama eksekusi di China. 

"Jumlah hukuman mati dan eksekusi baru tidak akan turun secara signifikan dalam waktu dekat."

Komentar itu muncul setelah seorang mantan Ketua Partai Komunis Lai Xiaomin dari Desa China Cai Dongjia dieksekusi pada 2019.

Mantan manajer aset negara China berusia 58 tahun itu dihukum mati karena menerima suap senilai total $300 juta atau sekitar Rp4,2 triliun (kurs Rp14.000/dolar AS) dari antara 2008 hingga 2018.

Dia juga dituduh mempunya sebuah keluarga rahasia saat menikah dengan istrinya saat ini, tuduhan yang masuk ke lembar dakwaan eksekusinya.

Lai dihukum karena bigami dan korupsi.

Baca juga: Kapolsek Astana Anyar Positif Narkoba, Gaya Nyentrik, Punya Utang Ratusan Juta, ini Total Kekayaan

Baca juga: Raffi dan Nagita Kaget Tahu Kondisi Tubuh Billy Syahputra Imbas Bertengkar dengan Amanda Manopo

Baca juga: Eko Patrio Malah Kaget Foto Siswi Cantik di Istiqlal 1993 yang Viral di Medsos Adalah Viona

Baca juga: Vokalis Sabyan Gambus, Nissa Sabyan Dikabarkan Sempat Minta Maaf saat Hubungan sama Ayus Terbongkar

China sudah lama menerapkan hukuman mati dan bukan termasuk negara yang hendak menghapuskannya.

Hukuman mati sebagian besar dijatuhkan untuk pelaku kejahatan berat seperti pembunuhan dan perdagangan narkoba.

Terpidana hukuman mati di China akan dieksekusi mati dengan dua cara; ditembak mati atau disuntik mati.
Terpidana hukuman mati di China akan dieksekusi mati dengan dua cara; ditembak mati atau disuntik mati.

Dan, meski penegak hukum China disebut banyak mengeksekusi mati terpidana, sebenarnya seseorang yang akan ditembak mati atau disuntik mati sudah melalui proses hukum yang sangat ketat dan panjang, untuk memastikan bahwa terpidana memang layak dihukum mati.

Biasanya terpidana mati sudah mendapat vonis hukuman mati sejak pengadilan tingkat pertama dan terdakwa bisa mengajukan banding.

Bahkan sejak 2007, banding dilakukan secara otomatis meski misalnya terpidana tidak mau mengajukan banding.

Ini dimaksudkan untuk mencegah orang tidak bersalah dihukum mati karena ada waktu untuk melihat kembali kasusnya.

Setiap kasus kemudian ditugaskan ke panel yang terdiri dari tiga hakim, salah satunya ditunjuk sebagai manajer kasus utama.

Sejak 2012, hakim juga diwajibkan untuk mewawancarai terdakwa sebelum memutuskan apakah akan mengkonfirmasi hukuman mati atau tidak.

Para hakim menulis laporan yang merangkum kasus, membahas kasus, dan kemudian melaporkan keputusan tersebut kepada kepala divisi, Wakil Presiden Supreme People Court (SPC), dan terakhir Presiden SPC.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved