Breaking News:

Disebut tak Mungkin Bisa Ditenggelamkan, Begini Akhir Tragis Kapal Perang Yamato

Sebagai kapal perang super, badan kapal yang mengelilingi Yamato dilapisi baja setebal 410 mm dan baja yang melapisi bagian deknya setebal 200 mm.

Youtube
Kapal perang Yamato 

Pada tahun 1945 saat Yamato ditugaskan sebagai benteng pertahanan terakhir Jepang di laut, dan meriamnya pun ditambah: 162 meriam kaliber 25 mm AA, 24 meriam kaliber 12,7 cm, 4 meriam kaliber 13 mm AA, dan 7 buah alat pelontar pesawat.

Yamato yang sempat menjadi flagship Admiral (Laksamana) Yamamoto, pernah terlibat pertempuran di Midway, Battle of Philipina Sea, Battle of Leyte Gulf dan Battle of Samar.

Kehebatan Yamato yang dilukiskan oleh AL Jepang sebagai kapal perang yang tidak mungkin ditenggelamkan itu makin dahsyat lagi ketika Yamato dilengkapi radar pencari pesawat dan kapal musuh.

Kehebatan Yamato memang terbukti, sejumlah bom dan torpedo yang menghantam badannya hanya menimbulkan kerusakan ringan.

Setelah kembali ke pangkalan dan kerusakannya diperbaiki, Yamato yang biasanya juga ditambahi meriam terbaru sudah siap bertempur lagi.

Pertempuran terakhir yang dialami Yamato adalah ketika berusaha mepertahankan kepulauan Okinawa pada akhir 1945 di pengujung Perang Dunia II.

Sebagai pulau yang merupakan pertahanan terakhir Jepang, awak Yamato ditugaskan untuk bertempur sampai mati demi mempertahankan pulau yang dianggap suci itu.

Namun, Angkatan Laut AS yang berhasil mengendus keberadaannya segera melakukan pencegatan ketika Yamato berlayar sekitar 200 km dari Okinawa.

Sebanyak 386 pesawat pengebom dan peluncur torpedo dikerahkan untuk menghancurkan Yamato.

Jumlah pesawat untuk menghajar Yamato sengaja dikerahkan oleh AS dan sekutunya dalam jumlah ratusan karena saat itu Yamato harus bisa ditenggelamkan.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved