Breaking News:

Masyarakat Myanmar Gunakan Ritual Santet & Kutukan Hadapi Kudeta Militer, Ritual di Kuil Abad ke-13

Sejumlah orang yang membawa baskom-baskom berisi sesajen buah-buahan dan benda lain, serta patung anyaman hijau kecil yang menyerupai tentara....

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Kompas TV/Facebook/Winminoo BAGAN
Sejumlah masyarakat Myanmar pergi ke kuil kuno abad ke-13 di wilayah Bagan untuk menyantet junta militer yang mengambil alih kekuasaan di Myanmar 1 Februari lalu (Kompas TV/Facebook/Winminoo BAGAN)) 

Mereka yang nekat mogok kerja terancam mendapat sanksi tegas.

"Tindakan dapat diambil karena melanggar etika, peraturan, dan kegagalan tugas Pegawai negeri sesuai dengan... undang-undang dan kode etik pengawai negeri," kata pernyataan itu, dikutip Tribunnews dari Reuters, Minggu (14/2/2021).

Sebelumnya, Myanmar tengah dilanda gelombang mogok kerja dan pembangkangan sipil.

Hal itu dilakukan rakyat sebagai bentuk protes terhadap junta militer yang melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang sah di bawah pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.

Selain itu, mereka juga masih turun ke jalan.

Kendati seorang wanita ditembak dalam bentrokan kekerasan dalam aksi demonstrasi pada Selasa lalu, hal itu tidak menyurutkan mereka untuk terus turun ke jalan.

Demonstran melakukan aksi secara meriah, dengan telanjang dada, wanita dengan gaun bola dan gaun pengantin, petani dengan traktor dan orang-orang dengan hewan peliharaan mereka.

Mereka juga membawa berbagai spanduk dan tulisan lucu.

(Tribunnewswiki/Tyo/Kompas TV/Edwin Shri Bimo)

Sebagian artikel ini telah tayang di tribunnewswiki.com dengan judul Info Terkini Kudeta Myanmar: Ratusan Pengunjuk Rasa Gunakan Ritual Santet dan Kutukan dan juga telah tayang di serambinews.com dengan judul Unjuk Rasa Anti Mililiter Myanmar, Ratusan Masyarakat Gunakan Ritual Santet dan Kutukan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved