Breaking News:

Setelah 8 Bulan Bentrok vs India, China Akui Komandan Batalyon dan Tiga Tentaranya Tewas

Pemerintah Beijing akhirnya mengakui, empat anggota Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) tewas dalam perkelahian brutal dengan pasukan India

AFP
PERBATASAN -- Tentara China mengibaskan tangan di hadapan seorang anggota militer India yang menjaga perbatasan di Nathula, wilayah pegunungan Himalaya. Pada Jumat (19/2/2021), pemerintah Tiongkok mengakui empat tentaranya tewas pada bentrok mematikan dengan pasukan India di daerah perbatasan Lembah Galwan, Juni 2020 lalu. 

TRIBUNNEWS – Bentrok berdarah antara pasukan India dan China pada Juni 2020 di wilayah Himalaya yang menjadi perbatasan dua negara ternyata tidak saja menewaskan personel Indian National Army.

Pada pernyataan yang dilansir Jumat (19/2/2021), pemerintah Beijing akhirnya mengakui, empat anggota Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) tewas dalam perkelahian brutal dengan pasukan India pertengahan tahun 2020 lalu.

Tentara yang tewas diketahui adalah komandan batalion Chen Hongjun serta tiga anak buahnya.

Seperti dikutip Kontan.co.id dari Channel News Asia, Jumat (19/2/2021), pernyataan Kementerian Pertahanan China ini merupakan konfirmasi pertama dari Tiongkok tentang jatuhnya korban tewas pada bentrokan perbatasan yang juga menewaskan sedikitnya 20 tentara India.

Baca juga: Lengkap Spesialisasi Darat, Laut hingga Perbatasan, Inilah 9 Pasukan Khusus Terbaik India

Kementerian Pertahanan China menyatakan, tentara Tiongkok "mengorbankan diri" selama konfrontasi Juni 2020 pada daerah perbatasan Lembah Galwan yang diperebutkan dengan "militer asing", tanpa menyebutkan nama negaranya.

Menyusul bentrokan bentrokan mematikan tahun lalu tersebut, ribuan tentara dari dua negara Asia yang memiliki senjata nuklir tersebut telah berhadapan selama berbulan-bulan di dekat perbatasan terpencil wilayah pegunungan Himalaya.

SENGKETA - Wilayah perbatasan China dan India di daerah pegunungan Himalaya yang kerap menjadi sumber sengketa antara dua negara. Pada Jumat (19/2/2021), pemerintah Tiongkok mengakui empat tentaranya tewas pada bentrok mematikan dengan pasukan India di daerah perbatasan Lembah Galwan, Juni 2020 lalu.
SENGKETA - Wilayah perbatasan China dan India di daerah pegunungan Himalaya yang kerap menjadi sumber sengketa antara dua negara. Pada Jumat (19/2/2021), pemerintah Tiongkok mengakui empat tentaranya tewas pada bentrok mematikan dengan pasukan India di daerah perbatasan Lembah Galwan, Juni 2020 lalu. (Financial Times)

Pasukan India dan China tetap terkunci dalam konfrontasi dataran tinggi di sepanjang perbatasan di Ladakh, wilayah terjadinya bentrok pertempuran jarak dekat antar tentara penjaga perbatasan yang berlangsung brutal pada Juni 2020.
Sebanyak 20 tentara India tewas dalam bentrokan tersebut.

Pihak China menderita jumlah korban yang tidak diungkapkan. Tapi, kantor berita Rusia, TASS memperkirakan, 45 tentara China tewas.

Beijing pada saat itu mengakui, bentrokan tersebut telah memakan korban tetapi tidak mengonfirmasikan, apakah ada tentara China yang tewas.

Delapan bulan kemudian, barulah pemerintah Tiongkok mengakui jatuhnya korban jiwa dari kalangan PLA.

Halaman
123
Editor: vovo
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved