Breaking News:

Tips Bagi Generasi Muda Menumbuhkan Mental Pejuang Dari Pembina PIK-R Mutiara IAIN SAS Babel

aat ini berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia terutama generasi muda. Kita dituntut untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan yan

IAIN SAS Bangka Belitung
Komariah, S.Psi.,M.Pd, Pembina PIK-R Mutiara IAIN SAS BANGKA BELITUNG yang juga Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah IAIN SAS BANGKA BELITUNG). 

BANGKAPOS.COM - Generasi muda menempatai mata rantai yang paling sentra dalam masyarakat, yang berfungsi sebagai penerus cita-cita bangsa.

Dengan kondisi pandemic Covid-19 seperti sekarang ditambah lagi bencana alam yang terjadi di Indonesia memiliki dampak besar.

Selain memengaruhi perekonomian Indonesia, juga berpengaruh pada mental dan psikologis Rakyat terutama generasi muda.

"Saat ini berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia terutama generasi muda. Kita dituntut untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi, terutama pada generasi muda yang disibukkan dengan berbagai aktivitas, seperti berorganisasi, melaksanakan aktivitas akademik (kuliah, sekolah dan sebagainya), dimana sebelumnya dapat dilakukan secara tatap muka offline, dengan kondisi pandemic saat ini harus dilakukan secara online, ternyata hal ini dapat menimbulkan kejenuhan, Lelah dan bahkan stress," terang Komariah, S.Psi.,M.Pd, Pembina PIK-R Mutiara IAIN SAS Bangka Belitung, dalam Dipresentasikan pada kegiatan bisikin bulanan, bincang asik dan inspiratif dengan tema "membangun mental pejuang pada generasi muda", Rabu (17/2/2021).

Kokom menjelaskan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengembangkan mental pejuang pada generasi muda, yakni memiliki kecerdasan emosional yang baik.

"Dimana kecerdasan emosional ini yaitu bagaimana kita mampu mengenali emosi diri kita, mampu memahami permasalahan diri kita dan mengontrol emosi dan diri, percaya diri, bertanggung jawab atas segala keputusan yang kita ambil, mampu beradaptasi dengan perubahan, menerima kegagalan serta belajar dari kegagalan itu dengan melakukan evaluasi diri," jelas Kokom yang juga Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI)

"Tidak menjadikan kesalahan sebagai beban, tidak membandingkan diri dengan orang lain, dimana orang yang memiliki mental yang kuat tidak akan membuang waktu dan energi untuk hal-hal yang tidak perlu dikhawatirkan, berpikir positif dimana mental pejuang akan focus pada apa yang bisa dia lakukan dan miliki daripada memikirkan permasalahan-permasalahan yang muncul di lingkungan, selain itu harus memiliki kemandirian, dimana tidak selalu bergantung pada orang lain," lanjutnya.

Menurut Kokom, dalam mengembangkan mental pejuang juga perlu mengasah kemampuan diri, jangan berpuas diri dengan apa yang dimiliki saat ini karena dapat dilakukan melalui pelatihan dan lain-lain.

Selain itu, hargai diri sendiri, fokus pada kekuatan diri dan fokus pada masa depan (here and now) serta jangan terpaku pada masa lalu..

Penulis: Kokom

Penulis: iklan bangkapos
Editor: El Tjandring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved