Breaking News:

Suami Tak Bisa 'Bangun', Istri Kecewa Tuntut ke Pengadilan Batalkan Pernikahan

Mengetahui suaminya tak bisa melakukan hubungan intim, seorang istri menggugat melalui pengadilan.

Freepik
[Ilustrasi] Disfungsi ereksi 

dirugikan dengan akad yang dia lakukan dan sebelumnya dia tidak tahu, maka pihak yang dirugikan berhak untuk membatalkan

akad dengan hak khiyar yang dia miliki.

Maka berdasarkan argumentum pre analogium Jika ini berlaku dalam jual beli, hal ini lebih berlaku dalam akad nikah.

Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam Hadist Riwayat Bukhari 5151 dan Ahmad 17362 yang artinya:

“Kesepakatan yang paling berhak untuk kalian penuhi adalah kesepakatan dalam akad yang menghalalkan kemaluan (akad

nikah)”

2. Menimbang pendapat Ibnu Qayyim dalam kitab zadul maad (5/163) yang diambil oleh Majelis menjadi pendapat Majelis, yang

artinya:

“Bahwa semua aib yang menyebabkan salah satu pasangan menjadi benci kepada yang lain, sehingga tidak terwujud tujuan

nikah, yaitu rasa kasih sayang dan kecintaan, maka ini mengharuskan adanya hak khiyar (memilih untuk melanjutkan atau

membatalkan akad). Dan hak khiyar dalam masalah ini lebih dihargai dibandingkan hak khiyar dalam jual beli. Sebagaimana

pengajuan syarat dalam nikah lebih dihargai dibandingkan pengajuan syarat dalam jual beli. Allah dan Rasul-Nya tidak pernah

mewajibkan untuk bertahan dalam kondisi tertipu. (Zadul Ma’ad, 5/163)”.

3. Menimbang, syarat adanya hak khiyar aib ini adalah dia belum mengetahui aib itu ketika akad dan setelah akad dia tidak rela.

Jika sudah diketahui ketika akad atau dia rela setelah akad atau menerimanya dalam jangka 6 bulan setelah pernikahannya

maka tidak ada hak khiyar baginya.

4. Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan diatas bahwa Pemohon tidak mengetahui kondisi pada diri Termohon yang

mengalami alat vitalnya tidak bisa ereksi sebelum akad Pernikahan dan Pemohon mengetahui adanya ketidak mampuan suami

tersebut setelah pernikahan, oleh karenanya berdasarkan pertimbangan di atas Majelis berpendapat adanya salah sangka

mengenai diri Termohon yang diketahuinya setelah pernikahan.

5. Menimbang bahwa Termohon telah mengakui adanya ketidak mampuannya ( alat vital tidak dapat ber ereksi ) atau

mempunyai aib yang mana dapat menjadikan sebab penghalang dari tujuan utama pernikahan. Seperti yang dijelaskan oleh Ali

Ḥasballah dalam kitab al Furqatu Baina al Zaujaini (Cet I hal 120 ) yang diambil menjadi pendapat Majelis Hakim yaitu artinya:

aib adalah kurangnya anggota badan atau akal pada salah satu pasangan suami istri yang bisa menghalangi tujuan pernikahan

dan memperoleh kesenangan dalam kehidupan rumah tangga;

Ya, itulah beberapa pertimbangan hakim sebelum akhirnya mengabulkan gugatan pembatalan perkawinan dari pemohon.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Seorang Istri Gugat Suaminya Akibat Alat Vitalnya Tak Bisa Ereksi, Begini

Putusan Hakim

Editor: M Zulkodri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved