Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Banyak Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19, Limbah medis Jadi Meningkat, Ini Penanganannya

Limbah medis penanganan Covid-19 mengalami kenaikan sesuai dengan kasus yang terus melonjak.

bangkapos.com/rikipratama
Labkesda Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Limbah medis penanganan Covid-19 mengalami kenaikan sesuai dengan kasus yang terus melonjak.

Plt Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung Hermain memperkirakan terjadi peningkatan limbah medis seperti alat pelindung diri (APD) di Bangka Belitung dengan persentase sekitar 40 hingga 50 persen.

"Sudah pasti kalau banyak pasiennya, pasti meningkat (limbah medis-red). Sebab bila kasus meningkat tentu limbah medis meningkat," ungkap Hermain, Jumat (19/2/2021).

Untuk penangangan limbah medis dilakukan pemusnahan di Rumah Sakit Umum Daerah Soekarno Bangka Belitung dan Rumah Sakit Depati Hamzah menggunakan insinerator.

Sementara untuk di Laboratorium Kesehatan (labkesda) Bangka Belitung sudah mempunyai pemusnahan sendiri untuk limbah padat.

"Tapi limbah medis ini tidak masalah karena kita sudah memiliki tempat pemusnahannya. Bila ada rumah sakit atau puskemas tidak memiliki alat pemusnahan limbah, itu bekerjasama dengan rumah sakit yang punya alatnya serta ada pihak ketiga juga yang bekerjasama untuk pemusnahan limbah ini," jelas Hermain.

Limbah yang banyak dihasilkan dalam penanganan covid-19 ini diakuinya dari jenis alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan dan hazmat.

Ia menambahkan untuk barang yang bisa dicuci seperti sprei dan sarung bantal orang yang dikarantina itu sudah dilakukan kerjasama dengan laundry yang bisa mencuci bahan infeksius yang memiliki tempat pencucian khusus tidak tercampur dengan pencucian umum.

"Perlakuannya khusus karena dikhawatirkan menularkan, karena limbah infeksius itu bisa menular," kata Hermain.

Menyikapi kondisi orang terpapar covid-19 yang dikarantina di rumah maka akan menghasilkan limbah medis seperti masker yang perlu diperhatikan sebelum dibuang.

"Kita harapkan dari satgas juga, memang kita harus melakukan pemantauan yang baik kepada yang melakukan isolasi mandiri. Limbah mereka yang di rumah mungkin dibuang biasa, harusnya lebih baik lagi tidak diperlakukan seperti sampah umum," kata Hermain.

Pembuangan limbah medis, masker ini disarankan dapat dibuang pada plastik khusus yang diambil oleh Satgas Covid-19 atau puskesmas terdekat kemudian ditangani seperti limbah infeksius.

"Masker yang mereka pakai dikumpulkan di tempat khusus, pembuangan untuk sampah infeksius. Ini juga bahan evaluasi kita ke depan, penanganan untuk masker-masker mereka itu, dikumpulkan nanti menghubungi satgas atau pasca isolasi mereka mengantarkan ke puskesmas terdekat, jadi ada saling membantu atau bisa melalui lurah atau RT RW,"  jelas Hermain.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved