Breaking News:

Advertorial

Pendidikan Pengelolaan Sampah, Solusi Menciptakan Generasi Peduli Lingkungan!

Wabah Covid-19 sudah satu tahun melanda dunia, tidak terkecuali juga di Indonesia. Di bidang pendidikan, pemerintah telah mengambil kebijakan de

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: khamelia
IAIN SAS Bangka Belitung
Wuri Mulyasari, S.Pd.I (Guru PAI SDN 26 Sungailiat Bangka, Alumni IAIN SAS Babel) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wabah Covid-19 sudah satu tahun melanda dunia, tidak terkecuali juga di Indonesia. Di bidang pendidikan, pemerintah telah mengambil kebijakan dengan merubah pembelajaran tatap muka di sekolah dengan belajar tatap muka secara online di rumah.

Hal tersebut salah satu upaya untuk mengurangi aktivitas di luar rumah guna mengurangi atau mencegah penyebaran Covid-19. Himbauan pengurangan aktivitas di luar rumah tentunya menimbulkan banyaknya aktivitas belanja rumah tangga untuk memenuhi keperluan selama di rumah, sehingga memicu produksi sampah yang besar setiap harinya.

Bayangkan saja bagaimana besarnya produksi sampah jika dalam waktu seminggu atau sebulan saja pada satu wilayah tertentu? Nah, yang lebih menghawatirkan adalah kurang adanya kepedulian dengan sampah yang telah dihasilkan tersebut.

Sekolah merupakan tempat pembelajaran, selama pandemi banyak sekali kebijakan mengenai kurikulum darurat yang diterbitkan Kemendikbud. Salah satu kebijakan terpenting selama pandemi adalah penguatan pendidikan karakter.

Pendidikan karakter merupakan salah satu tujuan penting dari Pendidikan Nasional Indonesia. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 3 menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Undang-undang tersebut jelas mengamanatkan bahwa tujuan pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik cerdas secara intelektual, tetapi juga harus mampu mencetak generasi yang bermoral dan berkarakter sesuai dengan nilai, norma dan ajaran agama (cerdas spiritual dan emosional).

Salah satu pendidikan karakter yang bisa ditanamkan kepada siswa adalah kepedulian akan masalah sampah. Kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah diharapkan mampu melahirkan budaya peduli terhadap pengelolaan sampah di rumah dan lingkungan sekitarnya. 

Masalah sampah adalah masalah kita bersama, tidak hanya pemerintah. Harapannya agar siswa makin memahami dampak buruk jika sampah tidak dikelola dengan baik, apalagi di lingkungan rumah sebagai lingkungan pendidikan pertama anak didik dalam membangun karakter yang peduli dengan lingkungan. Lalu, apa saja materi pendidikan pengelolaan sampah yang bisa diajarkan kepada siswa? 

Pertama: meminimalkan produksi sampah, yaitu dengan mengurangi pemakaian sampah plastik. Guru dan orang tua bisa mengajari anak dengan cara berbelanja dan membawa kantung belanja dari rumah. Misalnya, saat membeli makanan di luar rumah, seperti bubur, dianjurkan untuk membawa wadah dari rumah dan yang pasti wadah yang digunakan bukan untuk sekali pakai. 

Kedua: membuang sampah pada tempatnya. Guru memberikan pengarahan mengenai jenis-jenis sampah organik dan anorganik, kemudian orang tua sebagai perantara guru diminta menyediakan dua jenis tempat sampah agar siswa dapat belajar mengenali jenis sampah yang dihasilkan. 

Halaman
12
Tags
Sampah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved