Breaking News:

Advertorial

Pendidikan Pengelolaan Sampah, Solusi Menciptakan Generasi Peduli Lingkungan!

Wabah Covid-19 sudah satu tahun melanda dunia, tidak terkecuali juga di Indonesia. Di bidang pendidikan, pemerintah telah mengambil kebijakan de

IAIN SAS Bangka Belitung
Wuri Mulyasari, S.Pd.I (Guru PAI SDN 26 Sungailiat Bangka, Alumni IAIN SAS Babel) 

Ketiga: aktivitas reuse (menggunakan kembali). Contoh upaya yang bisa diajarkan ke siswa adalah  pemanfaatan gelas plastik atau kaleng sisa makanan yang sudah rusak atau tidak terpakai bisa digunakan untuk pot/polibag tanaman. Piring yang rusak setelah berulang kali pakai juga bisa digunakan untuk alas pot tanaman. 

Keempat: Mendaur ulang (recyle). Kegiatan recycle menjadi solusi terbaik dalam menghadapi sampah. Bahkan, hingga sekarang tetap menjadi cara terbaik dalam pengelolaan sampah dengan berbagai permasalahan yang ditimbulkannya. Dengan melakukan recycle atau daur ulang, benda-benda yang sebelumnya tidak bermanfaat dan menjadi sampah bisa diolah menjadi barang-barang baru yang memiliki manfaat dan kegunaan baru. Fungsi barang pada saat sebelum dan sesudah melalui proses recycle bisa jadi akan berbeda.  

Banyak kegiatan yang bisa dicontohkan guru kepada siswa dalam mengelola sampah rumahan, seperti mengelola minyak bekas menjadi sabun, membuat ketrampilan menggunakan sampah berjenis kertas untuk diolah menjadi bubur kertas dan akhirnya bisa disulap menjadi berbagai bentuk miniatur hewan bahkan bisa juga dijadikan triplek sebagai pengganti triplek kayu. 

Untuk mengelola sampah plastik siswa bisa diajarkan untuk membuat ecobrick. Ecobrick sendiri adalah botol plastik bekas yang penuh berisi segala jenis plastik bekas, bersih dan kering, mencapai kepadatan tertentu berfungsi sebagai balok bangunan yang dapat digunakan berulang-ulang (mongabay.co.id). Ecobrick mampu memberikan kehidupan baru bagi limbah plastik.

Ecobrick adalah cara mudah untuk mengelola sampah plastik tanpa harus membuang sampah ke tempat pembuangan sampah. Untuk membuat ecobrick ini, semua jenis plastik bisa digunakan, baik itu plastik kresek, bungkus makanan seperti Indomi, sisa kemasan minuman sachet, sikat gigi bekas, kancing baju yang rusak, styrofoam dan lainnya. Botol-botol ecobrick ini nantinya akan digunakan untuk berbagai keperluan seperti membuat kursi, meja, taman, dan lain-lain sesuai kreativitas masing-masing.

Akhirnya, jika pendidikan pengelolaan sampah berjalan dengan baik, maka akan membantu mengurangi persoalan sistem pengelolaan limbah lingkungan kita selama masa pandemi ini dan menanamkan jiwa cinta lingkungan. Tentunya, upaya tersebut sangat relevan dengan pandangan agama, bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Sekian. (WM).
*) Tulisan ini ditulis bersamaan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, 21 Februari 2021.

Penulis : Wuri Mulyasari, S.Pd.I
Guru PAI SDN 26 Sungailiat Bangka
Alumni IAIN SAS Babel

Tags
Sampah
Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved