Breaking News:

4 Jenis Syok Medis Ini Perlu Diwaspadai Karena Bisa Sebabkan Kematian

Tanpa pengobatan, syok medis dapat menyebabkan kerusakan organ permanen atau kematian.

Freepik/senivpetro
Ilustrasi pingsan 

BANGKAPOS.COM - Syok medis selalu merupakan keadaan darurat.

Tanpa pengobatan, syok medis dapat menyebabkan kerusakan organ permanen atau kematian.

Syok medis terjadi ketika sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen.

Ini bukan penyakit, tetapi kondisi akibat penyakit atau cedera.

Seseorang mungkin juga merasa syok ketika mengalami sesuatu yang tidak terduga.

Syok ini bersifat psikologis dan biasanya tidak menimbulkan masalah medis apa pun.

Jenis syok lainnya adalah syok listrik atau kejutan listrik yang terjadi saat seseorang mengalami cedera akibat terpapar energi listrik.

Meskipun banyak masalah berbeda yang dapat menyebabkan syok medis, gejalanya sering kali sama.

Jenis syok yang perlu diwaspadai

Melansir Medical News Today, terdapat empat jenis syok medis.

Nama masing-masing jenis syok menggambarkan bagaimana hal itu menyebabkan penurunan aliran darah ke sel dan jaringan.

Keempat jenis syok medis tersebut adalah:

1. Syok hipovolemik

Hipovolemia adalah penurunan volume darah dalam tubuh.

Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang mengalami pendarahan hebat atau menderita dehidrasi parah.

Baca juga: Awas, Serangan Jantung Bisa Berdampak Fatal, Jangan Abaikan 4 Ciri-ciri Ini

Jenis hipovolemik biasanya terjadi karena kehilangan banyak darah setelah cedera traumatis.

2. Syok kardiak

Syok kardiak atau dikenal juga sebagai syok kardiogenik terjadi ketika jantung tidak mampu memompa cukup darah.

Beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab syok kardiak antara lain, yakni:

* Serangan jantung

* Gagal jantung

* Kehilangan banyak darah atau cedera di dada yang merusak jantung

3. Syok obstruktif

Syok obstruktif terjadi ketika penyumbatan pada sistem kardiovaskular, seperti emboli paru, membuat darah tidak mengalir ke jaringan dan organ tubuh.

Baca juga: Lakukan 8 Hal Ini Supaya Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner

4. Syok distributif

Pada syok distributif atau dikenal juga sebagai syok vasodilatas, cairan bisa terkumpul di antara sel-sel organ, sehingga membuat darah sulit mencapai jaringan.

Penyebab paling umum dari syok distributif termasuk anafilaksis, yang merupakan reaksi alergi yang parah, dan sepsis atau infeksi parah.

Keracunan atau efek samping obat-obatan juga dapat menyebabkan syok jenis ini.

Tanda dan gejala syok medis

Meskipun syok medis memiliki banyak penyebab yang berbeda, gejalanya biasanya sama.

Gejala syok medis merupakan akibat dari organ dan jaringan tubuh yang tidak mendapatkan cukup oksigen.

Tanda dan gejala syok meliputi:

* Kulit terasa dingin, pucat, lembap, atau lengket

* Keringat berlebih

* Detak jantung cepat

* Napas cepat atau napas pendek

* Perasaan kantuk

* Pingsan

* Bibir atau kuku berwarna biru atau abu-abu

* Sifat lekas marah

* Kegelisahan

* Pusing

* Pupil mata membesar

* Mual atau muntah

Baca juga: Awas, Heartburn Tak Terkontrol Tak Bisa Sebabkan 6 Komplikasi

Lantas, apa yang harus dilakukan jika mendapati kondisi tersebut?

Merangkum WebMD, jika seseorang mengalami syok, langkah pertama yang dianjurkan untuk dilakukan adalah menelepon nomor darurat medis terdekat, meskipun gejalanya ringan.

Sambil menunggu tim medis datang, orang-orang di sekitar pasien atau orang yang mengalami syok itu bisa memberikan bantuan dengan cara:

* Membantu orang tersebut berbaring dan meninggikan kakinya, jika memungkinkan

* Menghindari memindahkan orang tersebut jika mereka mungkin mengalami cedera kepala, leher, atau punggung

* Melakukan pertolongan pertama pada cedera jika perlu

* Menjaga orang tetap hangat dengan selimut atau mantel

* Tidak memberikan makanan atau minuman kepada orang tersebut

Memeriksa pernapasan dan denyut nadi setidaknya setiap 5 menit (jika orang tersebut tidak bernapas, orang yang terlatih dapat melakukan resusitasi kardiopulmoner (CPR))

* Membalikkan orang tersebut jika tersedak atau muntah

Perawatan syok

Para ahli kesehatan sering kali dapat mengenali syok karena tanda-tandanya yang khas, termasuk tekanan darah rendah (hipotensi).

Perawatan untuk syok ini akan bervariasi berdasarkan penyebab yang mendasari.

Misalnya, seseorang yang mengalami anafilaksis mungkin memerlukan suntikan epinefrin, yang dapat mengobati reaksi alergi yang parah.

Jika seseorang menderita sepsis, mereka mungkin membutuhkan antibiotik, oksigen, dan cairan intravena (IV).

Sementara, orang dengan syok hipovolemik mungkin memerlukan transfusi darah dan cairan intravena.

Baca juga: Cara Mengatasi Mual Akibat Asam Lambung

Dokter dapat memulai transfusi darah atau tindakan lain untuk membantu memulihkan aliran darah yang benar, meskipun mereka tidak mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Tim medis mungkin akan melakukan berbagai tes untuk menentukan penyebab syok, di antaranya:

* Rontgen

* Tes darah

* Tes urine

* CT-scan

Pemulihan dari syok

Setelah seseorang menerima pengobatan untuk syok, dokter dapat membantu mereka membuat rencana tindak lanjut untuk membantu mencegah kejadian lain.

Beberapa contoh tindakan yang bisa dilakukan, yakni:

* Orang yang mengalami syok kardiogenik karena bekuan darah mungkin memerlukan perawatan tambahan untuk memecah bekuan tersebut

* Seseorang yang mengalami syok anafilaksis mungkin perlu membawa epinefrin atau obat lain untuk membantu menghentikan reaksi alergi. Mereka juga harus menghindari kontak dengan alergen di masa mendatang

* Seseorang yang mengalami serangan jantung mungkin memerlukan perubahan gaya hidup dan obat-obatan untuk membantu mengurangi kemungkinan serangan jantung lainnya

* Perlu beberapa saat untuk pulih dari semua jenis syok medis.

Syok dapat menyebabkan kelelahan, nyeri otot, dan masalah dengan kekuatan atau fungsi mental.

Terkadang, efek ini dapat bertahan lama.

Seseorang mungkin membutuhkan rehabilitasi, baik di rumah sakit atau di fasilitas lain.

Pasien mungkin juga membutuhkan bantuan dengan tugas-tugas di rumah sebelum mereka benar-benar pulih.

Setelah syok septik, beberapa orang mengalami efek samping yang tidak kunjung hilang, seperti nyeri atau kesulitan berkonsentrasi atau mengingat.

Depresi atau kecemasan juga bisa terjadi.

Berbicara dengan dokter tentang efek ini dapat membantu selama pemulihan. (Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 4 Jenis Syok yang Bisa Sebabkan Kematian

Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved