Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Delapan SMP dan Empat SD di Pangkalpinang Sudah Melaksanakan Simulasi Sekolah Tatap Muka

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Pangkalpinang, Eddy Supriadi, Senin (22/2/2021) menyebutkan, ada sekitar 110 sekolah, SD/SMP negeri dan swasta

bangkapos.com
Kadindik Pangkalpinang, Eddy Supriyadi.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Pangkalpinang, Eddy Supriadi, Senin (22/2/2021) menyebutkan, ada sekitar 110 sekolah, SD/SMP negeri dan swasta di Pangkalpinang.

Sedangkan yang sudah mengajukan untuk meminta simulasi pembelajaran tatap muka sudah sekitar 10 persen.

Sedangkan yang sudah diizinakan untuk melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka sebanyak delapan SMP dan empat SD di Pangkalpinang.

"Ini izin simulasi tatap muka ya, bukan pembelajaran tatap muka. Setelah kita berikan izin pihak sekolah juga harus memeprtimbangkan berbagai aspek lainnya. Ini hanya simulasi bagaiamna keadaan kalau mengadakan tatap muka," kata Eddy kepada Bangkapos.com usai melaksanakan rapat bersama Wali Kota Pangkalpinang di Rumah Dinas Wali Kota, siang ini.

Eddy menyebut, saat ini keputusan untuk membuka sekolah secara resmi keseluruhan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang memang belum ada.

Menurutnya, simulasi ini merupakan upaya dan ikhtiar pemerintah disaat kondisi Covid-19.

"Saya pikir upaya dan ikhtiar itu memang harus ada dari sekolah, jadi kami beri ruang tumbuh dan berkembang keinginan sesuatu itu dari satuan pendidikan itu sendiri. Artinya kalau sekolah mengajukan kepada kami itu mereka siap, dengan musyawarah dengan orang tua, sekolah dengan protokol kesehatan," jelasnya.

Menurutnya, ini meruapakan upaya yang baik dari dunia pendidikan mengahadapi situasi di Masa Covid-19.

"Jadi kalau simulasi sudah bagus, sudah kita evaluasi, lambat laun bisa kita adakan tatap muka secara resmi semuanya. Ini upaya yang baik sangat positif di dunia pendidikan dalam menghadapi situasi Covid-19 yang kita tidak tau berakhir sampai kapan ini," katanya.

Simulasi memang diprioritaskan pada siswa kelas 12 atau kelas 3 SMP, sebab pada Bulan April mendatang akan menghadapi ujian.

Namun simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka ini bukanlah untuk mengajar target kurikulum pembelajaran.

"Ini bukan untuk mengejar kurikulum, tapi ada uapaya untuk mensimulasikan bagaimana nanti kalau belajar tatap muka, dan sebentar lagikan mau ujian nah inikan bagus kalau disiapkan untuk menghadapi ujian kalau ada sisiwanya tidak mengerti selama pembelajaran daring," jelasnya.

Dia berharap, semua sekolah di Pangkalpinang dapat mengajukan proposal simulasi belajar tatap muka tersebut.

"Jadi jangan kita yang meminta, tapi kesadaran sekolah, ajukan ke kita dengan segala pertimbangan dan segala persyaratan, sepakati dengan para orang tua, harapan kita semua sekolah mengajukan, kita pertimbangkan dan segala keputusan itu ada di sekolah," tegasnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved