Breaking News:

Indonesia Diprediksi Bentrok dengan China, Di Daratan Berkawan, Tapi Tegang di Perairan Natuna

Kekuatan angkatan laut China dan pangkalan militer baru di kepulauan Spratly telah memperluas jangkauan China di Laut China Selatan

Instagram Presiden Jokowi
Jokowi Kunjungi Natuna 

BANGKAPOS.COM, -- Hingga saat ini Indonesia masih menjalin hubungan baik dengan China.

Tapi itu hanya terjadi di daratannya saja, sedangkan di perairannya malah memanas.

Felix K. Chang, rekan senior di lembaga penelitian Foreign Policy Research Institute mengatakan siapapun pemimpin Indonesia ke depannya dipastikan tetap mengklaim hubugan baik dengan China.

Tetapi kenyataannya tidak semudah itu.

Memang tampaknya tidak ada ketegangan antara Indonesia dan China di darat, tapi untuk wilayah lautnya Indonesia dan China memiliki satu masalah besar.

Hal ini jelas diungkapkan pada Desember 2019 ketika kapal penjaga pantai China mengantar beberapa kapal penangkap ikan China ke perairan Pulau Natuna, Indonesia.

Mereka melakukan itu karena perairan Natuna dianggapnya masih bagian dari klaim wilayah laut dari 'sembilan garis putus-putus' yang membuat China mengklaim hampir sebagian wilayah Laut China Selatan, salah satunya Laut Natuna.

Foto dirilis Selasa (9/6/2020), memperlihatkan Kapal Coast Guard China membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna. Demi menjaga kedaulatan RI, TNI menerjunkan delapan KRI yang silih berganti mengamankan Perairan Natuna dari ancaman kapal asing yang ingin mengeruk kekayaan sumber daya perikanan di perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia tersebut.
Foto dirilis Selasa (9/6/2020), memperlihatkan Kapal Coast Guard China membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna. Demi menjaga kedaulatan RI, TNI menerjunkan delapan KRI yang silih berganti mengamankan Perairan Natuna dari ancaman kapal asing yang ingin mengeruk kekayaan sumber daya perikanan di perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia tersebut. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Insiden yang terjadi pada Januari lalu mengikuti pola perilaku kapal China di perairan maritim yang dipermasalahkan China dengan Malaysia, Filipina dan Vietnam.

Sadar akan pola itu, Jakarta memanggil dubes China dan mengisukan protes diplomasi formal.

Sementara itu, militer Indonesia mengirimkan 10 kapal angkatan laut dan 4 jet tempur F-16 ke Pulau Natuna.

Halaman
1234
Editor: Hendra
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved