Breaking News:

Meski Tertangkap Tangan Beli Pasir Timah Ilegal, Status Jono Masih Saksi, Ini Alasan Penyidik

Penyidik Dirkrimsus Polda Babel, masih menyematkan status saksi kepada Sujono kendati tertangkap tangan membeli pasir timah dari tambang ilegal.

Bangka Pos / Anthoni Ramli
Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Babel Kombes (Pol) Haryo Sugihartono, Senin (22/2/2021) siang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penyidik Dirkrimsus Polda Babel, masih menyematkan status saksi kepada Sujono Alias Jono kendati tertangkap tangan membeli pasir timah dari aktivitas tambang ilegal di perairan Teluk Kelabat Dalam.

Penyidik beralasan, belum cukup bukti untuk menetapkan Jono sebagai tersangka lantaran, belum menemukan pembeli atau saksi saat terjadi penangkapan Jono, di perairan Teluk Kelabat Dalam beberapa waktu lalu.

Selain itu, jumlah barang bukti pasir timah yang sempat diamankan  polisi dari tangan Jono, juga masih belum diungkap.

"Jumlah BB (barang bukti) saya tidak ngecek berapa kilo, Kasubdit yang tahu. Inikan sifatnya baru kita amankan maka statusnya masih saksi, beliau (Jono) selaku seorang pembeli kita amankan saat beliau menguasai tapi penjualnya sudah kabur ini masih kita cari," ujar Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Babel  Kombes (Pol) Haryo Sugihartono, Senin (22/02/2021) siang.

Pasca penangkapan Jono, Ditkrimsus dan Ditpolair Polda Babel, kembali menindak aktivitas TI apung dan TI selam di perairan Teluk Kelabat Dalam, pengembangan dari penangkapan Sujono.

"Di hari berikutnya kami amankan lima ponton, ternyata bukan itu penjualnya. Dan bukan itu tempat asal usul si Jono membeli timah," bebernya.

Menurut Haryo, kurang lebih ratusan ponton baik TI apung maupun TI selam yang beroperasi di perairan Teluk Kelabat Dalam.

Namun pascapengembangan kasus Jono, sebagian besar tidak beroperasi. Saat operasi tim gabungan hanya menemukan lima unit ponton yang beroperasi.

"Di perairan kelabat itu banyak ada kurang lebih ratusan ponton pada saat operasi di hari kedua, banyak yang tidak operasi dan pada tutup semua, hanya ada lima yang beroperasi. Saat kita konfirmasi dan amankan 5 ponton itu mereka tidak mengenal namanya Si jono, dan jadi disitu banyak sekali. Karena disitu banyak sekali pemilik ponton ilegal yang melakan kegiatan ilegal mining, jadi tidak ada hubungannya pemilik ponton dengan si Jono," terangnya.

# Status Jono Tahanan Rumah dan Wajib Lapor

Halaman
12
Penulis: Antoni Ramli
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved