Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Santunan Bagi Keluarga Pasien Meninggal karena Covid-19, Dinsos Bangka Tengah Belum Dapat Informasi

Kepala Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa (DisosPmd) Bangka Tengah (Bateng) Risaldi Adhari mengungkapkan pihaknya belum mendapat informasi

Bangkapos.com/Sela Agustika
Kepala Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa (DisosPmd) Bangka Tengah (Bateng) Risaldi Adhari 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa (DisosPmd) Bangka Tengah (Bateng) Risaldi Adhari mengungkapkan pihaknya belum mendapat informasi dari pemerintah provinsi terkait pemberian santunan kepada pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Namun sebelumnya pada tahun 2020 dia mengatakan bahwa pihaknya pernah ada pemberitahuan dari provinsi untuk pengajuan santunan kepada pasien yang meninggal karena Covid-19, akan tetapi eksekusi bantuan ini dialihkan ke wilayah lain.

"Untuk santunan ini program nasional atau dari pusat, kami tidak menganggarkan, begitupun provinsi juga tidak menganggarkan. Tetapi tahun 2020 kemarin, provinsi pernah menawarkan santunan ini, salah satunya ke anggota dewan yang meninggal dengan identitas KTP Bangka Tengah yang terkonfirmasi, tetapi karena waktu itu mayatnya dibawa ke Bangka Barat jadi bukan kami yang mengajukannya, sehingga langsung dialihkan. Sementara untuk pencairannya diterima atau tidak kita juga tidak tahu," jelas Risaldi kepada Bangkapos.com, Senin (22/2/2021).

Sementara pada tahun 2021 ia menyebutkan pihaknya belum menerima pemberitahuan dan penawaran lebih lanjut terkait santunan terhadap keluarga pasien yang meninggal karena Covid-19.

"Jika ada tawaran dari provinsi maka kami akan minta data ke BPBD terkait pasien yang meninggal karena Covid-19 untuk diajukan, itu kalau provinsi menawarkan ke kita. Tetapi kalau belum ada info dan belum bisa mencairkan, kami belum berani menawarkan kepada masyarakat," ungkapnya.

Menurut Rizaldi, sampai saat ini Pemerintah Bangka Tengah belum memberikan santunan dalam bentuk apapun kepada pasien yang meninggal karena covid-19 .

"Sekarang kondisi dana kita saat ini memang benar-benar terbatas sehingga untuk santunan-santunan ini dana kita tidak ada. Dan sebagian dana kita juga harus refocusing, bahkan belum belanja pun dana kita sudah di ambil untuk vaksin. Jadi bantuan dari kita belum ada," beber Risaldi.

Diakuinya,  sejauh ini tidak ada keluarga pasien yang datang langsung ke kantor untuk menanyakan perihal santunan tersebut.

"Tidak ada yang datang ke sini langsung, karena kita juga tidak menawarkan dan ini juga program pusat. Tetapi saya rasa untuk hal ini masyarakat kita juga tidak begitu berambisi," ungkap Risaldi.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Penulis: Sela Agustika
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved