Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Vaksinasi Lansia ! Screeningnya Lebih Ketat, Begini Penjelasan dr Bangun Cahyo Utomo

Pelaksanaan vaksinasi bagi orang lanjut usia (Lansia) bakal dilakukan screening lebih ketat. Secara teknis pelaksanaan vaksinasi Lansia tak banyak

bangkapos.com
lLUSTRASI: Lansia 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Saat pelaksanaan vaksinasi bagi orang lanjut usia (Lansia), bakal dilakukan screening lebih ketat. Secara teknis pelaksanaan vaksinasi Lansia tak banyak berbeda, hanya saja dalam proses screening di meja 2 dilakukan lebih detail melalui beberapa pertanyaan tambahan.

"Secara teknis pelaksanaan vaksinasi bagi lansia tak banyak berbeda, hanya saja dalam proses screening di meja dua dilakukan lebih detail dengan beberapa pertanyaan tambahan. Selain itu juga sasaran vaksinasi sangat dianjurkan datang ke pos pelayanan vaksinasi dalam keadaan sehat," kata Juru Bicara Vaksinisasi di Bangka Belitung (Babel),  sekaligus Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo, Senin (22/2/2021).

Sementara itu, jumlah dosis yang akan diberikan pun sama yakni dua (2) dosis namun dengan interval atau selang waktu 28 hari.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi Lansia diharapkan dapat memberikan dampak positif, khususnya dalam memberikan perlindungan optimal bagi kelompok resiko tinggi tersebut.

Terkait metode yang sudah disiapkan oleh pemerintah, mulai dari mekanisme pendaftaran sampai dengan pelaksanaan, dilakukan sebagai upaya mendekatkan dan memberi kemudahan akses vaksinasi Covid-19 kepada kelompok Lansia.

Setelah mendaftar, peserta akan diberikan informasi mengenai jadwal pelaksanaan vaksinasi oleh Dinas Kesehatan atau Rumah Sakit atau Puskesmas setempat diwilayah tempat tinggal peserta.

"Pelaksanaan vaksinasi bagi lansia ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, seperti pada pelaksanaan vaksinasi tahap 1. Pemerintah juga memastikan bahwa tenaga kesehatan dan vaksinator yang terlibat dalam vaksinasi telah terlatih dan memiliki kompetensi mumpuni," jelas dr Bangun.

Untuk mengantisipasi adanya keluhan ataupun KIPI, disertakan contact person pada setiap pos pelayanan vaksinasi. Contact person tersebut dapat dihubungi jika ada keluhan dari penerima vaksinasi.

Alur pelaporan keluhan dilakukan dari fasilitas kesehatan lalu ke Puskesmas, kemudian dari Puskesmas maupun Rumah Sakit akan melaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota .

Sedangkan data hingga Minggu, (21/2/2021) bahwa sudah sebanyak 10.594 tenaga medis yang telah divaksinasi dosis pertama sedangkan sebanyak 8.425 tenaga medis yang telah divaksinasi dosis kedua dari total sasaran 13.174 orang.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved