Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Vaksinasi Petugas Publik Ditargetkan Awal Maret, Pedagang Pasar di Pangkalpinang Sedang Didata

Pendataan pada petugas publik sedang dilakukan oleh Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Pangkalpinang. Pendataan tersebut dilakukan terkait rencana

Bangkapos.com/widodo
ILUSTRASI : Tenaga kesehatan menunjukan vaksin sinovac untuk penyuntikan vaksin di Kabupaten Bangka Tengah. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pendataan pada petugas publik sedang dilakukan oleh Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Pangkalpinang. Pendataan tersebut dilakukan terkait rencana pemberian vaksin Covid-19.  Tak hanya petugas publik yang bakal divaksin, namun juga pedagang pasar di Pangkalpinang.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pangkalpinang dr Masagus M Hakim, Senin (22/1/2021) memastikan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendaatan untuk penerima vaksinasi yang menyasar petugas publik termasuk pedagang pasar di Pangkalpinang.

Namun hingga saat ini Hakim belum menerima data pasti berapa jumlah calon penerima vaksin, petugas publik di kota ini.

Sementara vaksin pertama untuk tenaga kesehatan di Kota Pangkalpinang, dosis penyuntikan yang kedua sudah sebanyak 1.829 orang.

"Kalau sistemnya itu sekarang kita pendataan, kalau yang ASN dari BKD, kalau yang kepolisian dari Polres kita, yang tenaga pendidik seperti guru dan dosen itu dari Dinas Pendidikan. Saat ini yang sedang kita lakukan pendataan para pedagang kita di pasar, dimana-dimana saja para pedagang kita ini," kata Hakim kepada Bangkapos.com, siang ini.

Ia berharap, jika pedagang pasar sudah dilakukan vaksinasi, diharapkab ekonomi di Pangkalpinang bisa kembali mengeliat.

"Kita belum tau berapa jumlah penerimanya, yang pasti kita sudah meminta mendata berap pedagang kita yang akan dilakukan vaksinasi ini, semoga saja dengan para pedagang kita sudah dilakukan vaksinasi ekonomi kita bisa kembali menggeliat seperti dulu," ujarnya.

Hakkm menargetkan, awal Maret nanti, vaksinasi untuk petugas publik yang menyasar para ASN, TNI, Polri, tenaga pendidik, pedagang pasar hingga Lansia, sudah dilaksanakan.

"Kita targetkan awal Maret itu sudah bisa dilaksanakan, kan kalau data dari provinsi sudah ada cuma kita yang daerah belum dapat berapa penerimanya, kalau yang petugas publik perprovinsi kita menerima 168.816," katanya.

Yang jelas, tidak ada bedanya vaksin pertama dan vakasin yang kedua. "Sama tidak ada bedanya, yang dipakai juga sinovac semua, rasanya juga sama tidak ada beda dosisnya sama," katanya.

Pada akhirnya Hakim berahap, vaksinasi untuk para tenaga kesehatan dapat selesai lebih cepat agar bisa segera lanjut ke tahap selanjutnya.

"Jadi kita bisa maju lebih cepat, makanya kita juga sekarang gencar lakukan road vaksin dan saya harap nanti tidak ada lagi yang takut dengan vaksinasi ini," katanya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved