Breaking News:

BCA Salah Transfer Rekening Rp51 Juta, Uangnya Terlanjur Dipakai Kini Ardi Diseret ke Meja Hijau

Pihak Bank BCA itu menyebut, jika telah salah mentransfer sejumlah uang ke rekening BCA milik Ardi

Editor: Ardhina Trisila Sakti
SURYAMALANG.COM/Firman Rachmanudin
Adik terdakwa Ardi Pratama, Tio Budi Satrio didampingi tim kuasa hukum mencari keadilan terhadap proses hukum kakaknya - BCA Salah Transfer Rekening Rp 51 Juta, Uangnya Terlanjur Dipakai Kini Ardi Diseret ke Meja Hijau 

BANGKAPOS.COM - Hati-hati jika mendapat tranfer uang dari bank, nanti bernasib sama seperti Ardi Pratama (29), warga Manukan Lor Gang I, Surabaya, Jawa Timur.

Gegara terima transfer uang sebesar Rp 51 juta salah kirim, kini ia harus berurusan dengan kepolisian.

Ardi berurusan dengan polisi gara-gara salah transfer uang di BCA yang masuk ke rekeningnya.

Baca juga: Kejelasan Reyna Anak Roy atau Nino Terungkap ke Aldebaran, Bocoran Ikatan Cinta 23 Februari

Baca juga: Amanda Manopo Mau Dibunuh, Manajer Pemeran Ikatan Cinta Itu Ungkap Fakta-faktanya

Pria yang hari-hari bekerja sebagai makelar mobil mewah itu harus menerima keadaan dirinya menjadi terdakwa atas kasus salah transfer dana yang terjadi pada 17 Maret 2020 lalu, senilai Rp 51 juta.

Dalam bukti lembar mutasi, uang senilai Rp 51 juta itu merupakan setoran kliring BI yang masuk ke dalam rekening Bank Central Asia ( BCA ) Ardi.

Ardi pun mengira jika uang yang masuk ke dalam rekeningnya itu merupakan komisi penjualan mobil mewah yang dijanjikan oleh pemilik mobil usai unitnya terjual.

"Uang itu memang digunakan oleh kakak saya. Ditransfer ke ibu saya untuk membayar hutang secara berkala. Nilaimya sekitar 30 jutaan," kata Tio Budi Satrio, adik dari Ardi Pratama, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Pengguna WhatsApp Tak Bisa Baca dan Balas Pesan Jika Menolak, Kebijakan Baru Mulai Berlaku 15 Mei

Baca juga: Aquarius Hobi Bawa Untung, Cancer Masalah Keuangan Belum Selesai, Zodiak Besok Rabu 24 Februari 2021

Setelah itu, Ardi dikagetkan dengan kedatangan dua pegawai Bank BCA KCP Citraland yang mengonfirmasi jika uang senilai Rp 51 juta itu merupakan salah transfer.

"Kakak saya waktu itu mengakui, memang uang itu masuk ke rekeningnya. Tapi saat itu dikira jika uang tersebut hasil komisi penjualan mobil," imbuhnya.

Karena diberikan informasi oleh pihak Bank BCA, Ardi akhirnya mengerti dan menyampaikan jika uang tersebut sudah dipakai dan berjanji akan menggantinya secara berkala.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved