Breaking News:

Benarkah Terinfeksi Covid-19 Parah Menurunkan Kualitas Sperma? Ahli Temukan Bukti Ini

Ilmuwan menemukan ternyata covid-19 bisa merusak kualitas sperma para pria yang terinfeksi virus corona

Medical News Today
Ilustrasi sperma 

"Sejak pandemi Covid-19 mulai terjadi, ada kekhawatiran yang dapat dimengerti -tetapi teoritis- tentang apakah virus corona ini mungkin berdampak buruk pada kesuburan pria yang terinfeksi," kata Pacey.

Setelah meninjau sekitar 14 penelitian yang diterbitkan tentang topik tersebut, Pacey mengatakan, efek Covid-19 yang dapat diukur pada kesuburan pria mungkin hanya sedikit dan bersifat sementara.

Temuan penelitian ini, tambah Pacey, bisa jadi karena faktor lain, seperti penggunaan obat untuk mengobati virus, yang juga diakui penulis dalam penelitian tersebut.

"Oleh karena itu, yang saya lihat dalam kumpulan data ini adalah kemungkinan perbedaan kualitas sperma antara pria yang sakit demam dan mereka yang sehat."

"Kami sudah tahu bahwa penyakit demam dapat berdampak pada produksi sperma, apa pun penyebabnya," kata Pacey.

Sheena Lewis, seorang profesor emeritus di Queen's University Belfast di Irlandia, berbagi pemikiran serupa melalui email.

"Kekhawatiran saya adalah bahwa pria dengan Covid-19 memiliki berat badan yang jauh lebih tinggi dan menjalani sejumlah perawatan terapeutik.

"Kita tahu, obesitas saja mampu mengurangi kualitas sperma. Perawatan Covid-19 mungkin juga mempengaruhi kualitas sperma pria ini, bukan Covid itu sendiri," tutur Lewis.

"Dengan demikian, penelitian jangka panjang masih diperlukan sebelum testis dianggap sebagai organ berisiko tinggi akibat infeksi Covid-19," kata Murdoch, dari Newcastle.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Infeksi Covid-19 Ganggu Kualitas Sperma dan Kesuburan, Benarkah?",

Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved